Asep Abdul Aziz, M.Pd.,

Sarana dan Prasarana Menjadi Tolak Ukur Peningkatan Mutu Lulusan

Sarana dan Prasarana Menjadi Tolak Ukur Peningkatan Mutu Lulusan ist Wakil Kepala SLB Negeri 2 Indramayu, Asep Abdul Aziz, M.Pd.,

Andil bidang sarana dan prasarana di jenjang satuan pendidikan sangat urgen bagi terlaksananya proses pembelajaran. Selain itu, sarana dan prasarana merupakan salah satu tolok ukur yang menentukan mutu pendidikan, serta memegang peranan penting dalam keberhasilan pendidikan. Dengan adanya sarana dan prasarana secara tidak langsung akan meningkatkan mutu pendidikan.

“Bagi Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu lulusan, yaitu menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, guru dan warga sekolah lainnya, termasuk alumni,” kata Wakil Kepala SLB Negeri 2 Indramayu Bidang Sarana dan Prasarana, Asep Abdul Aziz, M.Pd.,

Keterlibatan bidang sarana dan prasarana, tandas Asep, dalam penyusunan 8 standar nasional pendidikan di SLB Negeri 2 sangat terlihat dan terlibat aktif. “Kepala sekolah selaku pimpinan selalu melakukan rapat dan musyawarah sebelum mengambil kebijakan agar bisa mendapatkan beberapa saran dengan melibatkan para guru didalamnya,” katanya.

Untuk mendukung dan menghasilkan lulusan yang diharapkan, sebut Asep, bidang sarana dan prasarana menyediakan fasilitas, seperti ruang keterampilan, ruang musik dan tempat keterampilan cuci motor. Tahun pelajaran 2020 /2021 pengadaan sarana dan prasarana lebih diprioritaskan dalam pemenuhan kebutuhan guru-guru guna menunjang kegiatan pembelajaran, terutama pembelajaran yang berbasis IT di masa pandemi Covid 19. “Kita telah melakukan pengadaan asset berupa penambahan jaringan Wifi, penambahan jumlah komputer atau laptop,” ujar Asep.

Berapa besar biaya yang dianggarkan sekolah untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah guna menunjang terhadap proses pembelajaran? “Untuk besaran dana disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, dan yang bertugas mengatur jumlah besaran dana ada pada bendahara sekolah. Kuncinya adalah saling berkoordinasi, berkomunikasi, dan saling mempercayai satu sama lainnya,” jelas Asep.

Jika bicara apakah anggaran sekolah untuk sarana dan prasarana sekolah sudah mencukupi, menurut Asep, alhamdulilah mencukupi, karena kita selalu mengukur skala prioritas. Apa yang harus didahukukan atau difasilitasi, maka lakukan sekarang, dan prinsipnya seperti itu. “Sejauh ini kami selalu berpegang pada RKAS, sehingga ajuan pengadaan dan pemeliharaan barang tidak melebihi pos anggaran yang disediakan. “Jika ada kekurangan, maka kami konsultasikan dengan kepala sekolah, dan mengutamakan skala prioritas mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu,” ungkap Asep.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar