Kepala SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Drs. Caswanda, M.Ag.,

Ciptakan Sekolah Asri Dilengkapi Masjid Megah Guna Membangun Karakter Siswa

Ciptakan Sekolah Asri Dilengkapi Masjid Megah Guna Membangun Karakter Siswa Bentar Wibisana

BANDUNG, GJ.com - Jika melihat kondisi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cicalengka yang berlokasi di Jl. H. Darham No. 42 Cicalengka, Kabupaten Bandung hari ini, tentu jauh berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu yang terkesan kumuh.

Namun, sejak Drs. Caswanda, M.Ag., diberi amanah menjadi kepala sekolah pada tahun 2016, keberadaan SMA Negeri 1 Cicalengka yang dulu terkesan kumuh terutama pada bagian depan sekolah, kini berubah tampak asri dan nyaman.

Program utama Caswanda dalam kepemimpinannya di SMAN 1 Cicalengka lebih menonjolkan kepada pembenahan infrastruktur atau sarana dan prasarana dalam upaya penataan lingkungan sekolah yang asri dan nyaman bagi peserta didik, dan warga sekolah lainnya.

“Tujuan utama penataan lingkungan sekolah untuk memberikan pelayanan, rasa nyaman dan aman, sehingga peserta didik merasa betah berada di lingkungan sekolah. Saya ingin menciptakan sekolah ini sebagai rumah kedua bagi anak-anak. Jika sekolahnya nyaman dan aman, maka prestasi siswa pun akan terdongkrak,” tuturnya.

Bahkan, tidak hanya penataan lingkungan sekolah saja, tetapi yang menjadi terobosan luar biasa bagi Caswanda adalah pembangun masjid Al-Jihad. Bangunan masjid tersebut boleh dibilang paling termegah yang dimiliki sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung, bahkan Jawa Barat.

Masjid Al-Jihad SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung

“Alhamdulillah kami sudah membangun sebuah masjid yang cukup megah untuk ukuran sekolah di provinsi Jawa Barat. Pembangunan masjid ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar. Anggarannya kami peroleh berkat kerja sama dengan para Alumni SMA Negeri 1 Cicalengka dari angkatan pertama sampai angkatan terakhir 2019,” kata Caswanda kepada gorajuara.com belum lama ini.

Meski pembangunan masjid ini belum rampung seratus persen, jelas Caswanda, namun sudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah dan warga sekitar sekolah. Adapun dari tujuan pembangunan masjid ini, kami ingin meningkatkan pembinaan karakter religius peserta didik.

“Masjid Al-Jihad ini ke depannya akan dijadikan sebagai pusat pembinaan karakter religius anak-anak, dan pusat kajian Islami, baik untuk para guru, alumni dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah,” tandas Caswanda.

Diungkapkan Caswanda, pembangunan masjid Al-Jihad ini bermula dari sebuah pembicaraan di tingkat alumni pada saat reuni, tepatnya tahun 2016 ketika dirinya menjabat Kepala SMAN 1 Cicalengka. “Alhamdulillah berdasarkan hasil musyawarah, maka terbentuklah panitia pembangunan masjid,” ujarnya.

Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid sebesar Rp 2,9 miliar itu, menurut Caswanda, kita kumpulkan melalui Rereongan Sarupi para alumni SMAN 1 Cicalengka mulai angkatan 1973 sampai 2019, termasuk para guru, baik yang masih aktif dan purnatugas.

Sementara dari pihak sekolah, tandasnya, kami membantu pembangunan masjid Al-Jihad ini melalui kegiatan gerakan Rereongan Sarupi. Melalui program ini kami menghimbau kepada anak-anak untuk menyisihkan uang jajannya sebesar Rp 500,- /hari yang dikumpulkan dalam bentuk kencleng. “Dalam setiap kelas kami simpan 1 kencleng,” ucapnya.

Memang uang infak itu, kata Caswanda, nilainya kecil hanya Rp 500,-, tetapi kalau dihitung dari 1000 siswa yang menyumbang perharinya itu akan terkumpul sebesar Rp 500 ribu. Misalnya, sumbangan itu kalau 1 minggu, maka jumlahnya sudah mencapai Rp 2,5 juta. Kalau sebulan itu bisa mencapai Rp 10 juta.

“Tetapi dalam kenyataannya anak-anak itu ada yang menyumbang Rp 2.000 – Rp 5.000, bahkan ada yang 10 ribu, sehingga dalam satu minggu totalnya bisa mendapatkan uang sumbangan sebesar Rp 20 juta – Rp 25 juta. Sehingga biaya operasional untuk ongkos tukang bisa tertutupi,” katanya.

Diakui Caswanda, dana sumbangan dari siswa sejak terjadi pandemi Covid-19 tersendat, karena anak-anak harus belajar dari rumah, sehinga program Rereongan Sarupi ini terhenti total. “Jadi untuk mencari sumber dana kami kesulitan, dan yang masih berjalan hanya Rereongan Sarupi para alumni, itu pun sekarang agak berkurang,” ucapnya.

Menurut Caswanda, meski mengalami kesulitan dana, namun pembangunan masjid hingga sekarang masih tetap berjalan. “Alhamdulillah kita juga punya donatur dari alumni yang sudah sukses, seperti mantan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI (Purn) Yuyu Sutisna, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Drs. Teten Masduki, mantan Rektor UPI, Asep Kadarohman, mantan Wakil Bupati Sumedang, Drs. H. Osin Herliano dan lainnya.

Panitia pembangunan masjid ini adalah Kolonel Asep Suganjar dari Arhanud, kata Caswanda, ia sebagai sebagai penggerak utama dalam pembangunan masjid. Pembangunan masjid ini sudah hampir selesai, tinggal beberapa titik saja yang belum diselesaikan, seperti pemasangan kusen alumunium dan kaca dinding.

“Insya Allah di bulan Februari titik pembangunannya yang belum selesai akan berlanjut. Mudah-mudahan dengan terselesaikanya pembangunan masjid ini, bisa berdampak positif kepada anak-anak terutama di dalam pembinaan karakter religius,” tuturnya.

Selain pembangunan masjid Al-Jihad, Caswanda pun kini tengah giat menyelesaikan penataan lapangan parkir. Inti dari pembangunan lapangan parkir selain untuk menata keindahan sekolah, juga untuk menampung sepeda motor milik sebagaian siswa yang terkadang diparkir di pinggir jalan secara tidak beraturan, sehingga keamanannya kurang terjamin.

“Lahan parkir ini bisa menampung sekitar 1000 sepeda motor. Penataan lapangan parkir juga ini menjadi prioritas kami di dalam rangka memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada para peserta didik,” ungkapnya.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar