"Tulung Lutung" Harumkan SMKN 1 Sumedang di Ajang FLS2N Nasional 2020

"Tulung Lutung" Harumkan SMKN 1 Sumedang di Ajang FLS2N Nasional 2020 ruber.id

SEMEDANG, GJ.com - Karya musik yang bertajuk “Tulung Lutung” yang ditampil secara apik oleh siswa jurusan Seni Karawitan, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumedang, Bhisma Raka Nalendra, Fajar S. Maulana, Fikri Ikhsan Nurhakim, Ghany Rizki Maulana dan Ihsan Fauzi, menjadi jawara di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2020.

“Tulung Lutung” yang merupakan karya musik komposisi baru yang berakar dari salah satu permainan tradisional anak-anak Sunda pada zamannya atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan “Paciwit-ciwit Lutung”, berhasil memboyong medali emas pada gelaran adu kreativitas pelajar se-tanah air itu masuk dalam kategori penyaji terbaik bidang lomba Musik Tradisi Daerah.

Konsep lagu “Paciwit-ciwit lutung” dikembangkan, diimplementasikan dan diaktualisasi dalam bentuk karya musik komposisi baru. Alat yang digunakan pada penyajian Tulung Lutung, yakni suling, bonang, jenglong, terompet, saron, kecapi, barchime, cymbal dan kendang.

“Tulung Lutung” merupakan hasil karya kreatifitas dari tim pembimbing dan pelatih FLS2N tahun 2020, terdiri dari Adi Kurniawan, S.Pd., M.Hum, Wendi Kardiana, S.Sn. dan Taufik Candiansyah, S.Sn. Karya ini mendapatkan nilai tertinggi pada ajang tersebut dan mendapatkan penghargaan sebagai penyaji terbaik dari para juri yang terdiri dari Dr. Suhendi Afryanto, S.Kar., Embi C. Noer dan Jamaludin.

Mendapatkan medali emas pada ajang FLS2N tingkat nasional, pastinya bangga. “Ya, pokok perasaan saya sangat senang, terharu dan bangga. Semuanya campuraduk menjadi satu. Saya dan rekan-rekan enggak pernah menyangka sebelumnya akan meraih medali emas di tingkat nasional,” aku Ihsan Fauzi, kelas XI-Seni Karawitan.

Raihan prestasi ini, kata Ihsan, kuncinya adalah kerja keras, do’a, rendah hati dan latihan yang tekun. “Saya dan teman-teman hampir 3 bulan menjalani latihan. Alhamdulillah, berkat kerja keras dalam latihan, ternyata hasilnya tim kami dinilai layak sekaligus lebih unggul dari tim lainnya yang ikut berkompetisi,” jelas putra dari pasangan Mamad R dan Asih Kartini.

Hal senada diungkapkan Fikri Ikhsan Nurhakim, kunci kemenangannya, yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh, dan yang paling utama adalah berdoa, restu orang tua, serta bimbingan dari guru.
Menurut Fikri, kemenangannya hanyalah bonus, proses yang menentukan kesuksesan kita. Artinya, mau jadi apa kita, mau gimana kita, itu semua ditentukan oleh proses, baik proses secara dzohir (dengan fisik) maupun batin (doa).

“Tentu saja ini semua tak lepas dari takdir Tuhan. Pada dasarnya manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan. Ia Maha Kuasa dan hanya ia yang berhak menentukan bagaimana jalan hidup hambanya. Man jadda wajada. Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan hasil yang diinginkannya,” urai Fikri.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar