Grand Final “Pesona Kreaivitas Siswa 2019”

Khanha Shandhika Sang Jawara, Elsa Sri Rahayu Sabet Juara Favorit

Khanha Shandhika Sang Jawara, Elsa Sri Rahayu Sabet Juara Favorit Bentar Wibisana


KHANHA Shandhika perwakilan dari SMA Negeri 3 Kota Bandung menjadi jawara dan Elsa Sri Rahayu dari SMK Singaparna, Tasikmalaya juara favorit “Pesona Kreativitas Siswa 2019” – Pemilihan Putra Putri Pelajar SMA dan SMK Kreative Tingkat KCD VI, VII, VIII, XI, XII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.


Pada grand final “Pesona Kreativitas Siswa 2019” yang diselenggarakan majalah “Sekolah JUARA” bekerja sama dengan DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) yang berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019), Khanha dari kategori dalang berhasil menjadi yang tebaik dari 47 peserta yang mengikuti grand final, karena kepiawaiannya dalam membawakan alur cerita operet yang berjudul “Nuansa Budaya Tatar Priangan”, dan berhasil menjawab pertanyaan juri dengan baik.

Sedangkan Elsa berhasil dikalungi selendang juara favorit dalam kategori acting, penampilannya dalam memerankan seorang anak gadis galau yang ditinggal kekasihnya bernama Jajang begitu menyita perhatian dewan juri yang terdiri dari Danu Devano B (Top Model) , Hj. Dedah Ratikah, S.Pd.,M.M., (Analis Nilai Budaya Jawa Barat), Gangan Garmana, S.H., (Pelaku Seni Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung),  Joe P Projek, dan Gan Gan Gumilar, S.S., (Paguyuban Mojang Jajaka dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat).

 
Sedangkan juara II Cheiza Adiya Maharani kategori modelling dari SMA Negeri 11 Kabupaten Garut , juara III direbut Nurulloh Ramdani dari SMK Negeri 1 Kabupaten Sumedang dalam kategori kacapi dan ngawih, dan juara the best creative disandang Rega Dwijayanti dari SMA Negeri 1 Singaparna, Tasikmlaya.

Khanha Sandhika


Atas keberhasilannya, mereka berhak membawa tropy Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, tropy majalah “Sekolah JUARA” dan AKSI, beasiswa sarjana S1 dari Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, beasiswa dari Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, uang pembinaan dari bank bjb dan hadiah menarik lainnya.


Menurut Khanha, ajang Pesona Kreativitas Siswa ini bukan hanya sekadar lomba, ini sangat luar biasa yang memberikan kesan tersendiri. “Jika bicara juara pastinya sangat senang menjadi juara, tetapi itu bukan segala-galanya,” katanya.


Dalam mengikuti kegiatan ini, sebut Khanha, apalagi saat mengikuti coaching klinik hari pertama perasaan tak karuan dan campuraduk capek dan gak jelas. “Hari pertama belum memang sesama finalis belum pada kenal dan akrab. Tetapi rasa tak karuan itu hilang begitu saling berkenalan dengan teman-teman sekolah lain, dan sudah mengetahui tujuan dari karantina dan kegiatan ini,” tuturnya.


Memasuki hari kedua karantina, kata Khanha, tantangan dimulai dan hari kedua ini baru merasakan dan mengerti lebih jelas tujuan dari kegiatan ini. “Bukan hanya itu, tetapi banyak teman baru dan pengalaman baru, terutama saat mengikuti latihan kelompok.


“Hari ketiga datang, tanya jawab menantang. Aku gemeter juga bukan karena kesemutan, tetapi bingung memikirkan pertanyaan. Mendekati usai latihan di hari ketiga ternyata semakin kompak dan menarik. Namun sayang waktu ketemu teman semakin sedikit. Aku hanya menikmati nikmah proses di hari terakhir untuk menjemput prestasi diesok hari. Semoga tidak menegangkan, lebih baik menyenangkan, dan tentunya mengharukan. Mantap!


Jika Khanha menilai gelaran Pesona Kreativitas Siswa ini mantap!, tetapi lain halnya dengan Cheiza Adiya Maharani. Menurut Cheiza, alhamdulillah dirinya merasa senang dan bersyukur mendapat kesempatan untuk menjadi juara II, karena untuk mendapatkan gelar tersebut tidaklah mudah, perlu kerja keras dan usaha yang maksimal selam tiga hari mengikuti coaching clinic.

Cheiza Adiya Maharani

Meski harus kerja keras, kata Cheiza, tetapi selama coaching clinic selain mengenal banyak teman dari sekolah lain, juga banyak mendapatkan ilmu. “Sesutu yang belum tahu, maka aku bisa menjadi tahu ilmu baru dan wawasan baru. Terutama mengenai basic modelling dan bagaimana tentang puclic speaking,” katanya.


Terkadang jelas Cheiza, ada juga rasa kesal muncul seperti dihari kedua, karena waktu tidak efektif dan terbuang percuma, sehingga mengganggu latihan. “Namun bagi aku tetap menyenangkan karena bisa mendapatkan ilmu dan wawasan dari panitia,” tuturnya.


Dari rangkaian coaching clinic itu, tandas Cheiza, ada kesan yang begitu mengiang dalam pikiran, yakni manusia itu tidak bisa hidup sendiri, dan harus bersosialisasi. “Walau pun aku lelah, tetapi berkesan. Terimasih kepada panitia yang telah mengajarkan aku, dan membuat pribadi yang lebih baik. Semoga perlombaan ini diadakan lagi tahun depan,” ucapnya.


Sedangkan Nurulloh Ramdani juara III mengaku sangat bersyukur karena mengikuti rangkaian kegiatan Pesona Kreativitas Siswa 2019 yang digagas majalah “Sekolah JUARA” ini, mulai dari babak audisi, dan tiga hari mengikuti coaching clinic tidak sia-sia, dan berhasil menjadi yang terbaik.


Dikatakan Nurulloh ada banyak kesan selama mengikuti Pesona kreativitas Siswa ini, hari pertama coaching clinic sangat asing karena semua peserta grand final pada jaim-jaiman, dan kita hanya mengenal orang yang sedaerah. “Hal yang paling berkesan di hari pertama ketika aku mengenal dunia modelling dan ilmu tentang public speaking yang sangat berguna,” ujarnya.

Nurulloh Ramdani


Tetapi jelas Nurulloh, pada hari kedua awalnya merasa terbebani karena materi lagu yang dikirimkan dari jauh-jauh hari ada perubahan intro yang cukup rumit. “Namun aku harus tetap menggarap, sehingga pada akhirnya bisa juga, dan mulai memadukannya dengan vocal yang ditawarkan aku besrta teman duet,” katanya.


Tentu yang paling menyenangkan di hari terakhor coaching clinic, tambah Nasrulloh, karena bisa lebih dekat dan akrab dengan teman-teman peserta lain dibandingkan hari sebelumnya. “Rasa lelah juga aku alami di hari ketiga karena banyak bloking yang harus aku ingat dan peragakan. Tetapi tetap aku jalani dengan ikhlas dan semua rubah rasa lelah itu menjadi lilahi,” ucapnya.


Nurulloh menyampaikan rasa terimakasihnya kepada instruktur yang telah mengajarkan kita tentang hal yang belum terlalu kita ketahui sebenarnya. “Aku yakin ilmu yang didapatkan akan berguna kelak dikemudian hari dan tentunya akan merubah kepribadian menjadi lebih baik,” pungkasnya.


Bagi juara favorite, Elsa Sri Rahayu apa yang didapatkannya itu berkat izin Allah SWT yang patut disyukuri, serta doa dari orang tua dan dukungan dari pihak sekolah, guru dan teman-teman. “Alhamdulillah aku sangat bersyukur mendapatkan gelar juara favorite ini,” ucapnya.


Bisa lolos dan menjadi finalis Pesona Kreativitas Siswa dan bisa mengikuti coaching clinic sangat berkesan, karena awalnya hanya dekat dengat sama satu orang teman, setelah berada di tempat karantina jadi banyak kenalan baru. Selain menjadi satu pembelajaran, juga bangga menjadi finalis Pesona Kreativitas Siswa 2019, karena diajarkan banyak hal.


“Aku juga sangat berterimakasih kepada Bunda Dewi yang telah menjaga dan membawa ke IGD RS Santosa, Kebonjati Bandung pada tengah malam  ketika aku sakit usai menjalani coaching clinik di hari kedua. Sekali lagi terimakasih Bunda Dewi atas segala perhatiannya, dan begitu sayang kepada aku, sehingga pada hari ketiga sudah sehat lagi dan bisa mengikuti grand final dengan sehat walafiat,” akunya.

Elsa Sri Rahayu


Menurut Elsa yang kental dengan sebutan “Jajang” dimata rekan-rekan dan dewan juri ini, merasa terharu saat menjalni coaching clinik di hari ketiga, karena disaat mulai sudah saling mengenal dan akrab esoknya harus bertempur, dan harus bersaing dengan lawan main, bahkan dengan teman sendiri yang berasal dari Tasikmalaya pada grand final, tepatnya tanggal 21 Desember 2019.


Ada banyak kesan yang sangat luar biasa bersama teman-teman selama mengikuti coaching clinic dan itu tidak akan bisa dilupakan. “Bagi aku kalah atau menang itu hal biasa, dan ajang kompetisi ini adalah sebuah pengalaman. Kesenangan adalah hal yang luar biasa dalam sebuah kompetisi,” tuturnya.


Anaknya kecil mungil, tetapi talenta dinilai juri sangat luar biasa, sehingga tidaklah mengherankan jika Rega Dwijayanti dinobatkan sebagai The Best Creative pada ajang “Pesona Kreativitas Siswa 2019”. “Kemenangan ini adalah sebuah kerja keras yang tanpa mengenal lelah selama mengikuti coaching clinic selama tiga hari. Aku bersyukur bisa menjadi the best creative, dan sangat senang sekali,” akunya.


Rega pun mengutarakan pengalamannya selama coaching clinic. Menurutnya, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama baginya, apalagi ketika diajari basic modelling yang sebelumnya belum pernah tahu. “Ternyata sangat melelahkan dan kaki pegal-pegal, karena harus memakai sepatu high heels, dan malam harinya diberi materi mengenai public speaking, sungguh menyenangkan karena mendapat ilmu baru,” ungkapnya.


Rega pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pelatih yang membimbing secara full untuk bergabung bersama teman lainnya dalam sebuah operet. “Memang sangat melelahkan, tetapi hal itu bagi aku merupakan pengalaman yang akan tetap diingat,” ujarnya.

Rega Dwijayanti


Semoga ilmu yang didapatkan selama coaching clinic, kata Rega, bisa bermanfaat bagi dirinya, dan pengalaman ini tentunya tidak akan terlupakan sampai kapan pun. Untuk teman-teman sukses selalu dan happy, dan juga kepada pelatih dan panitia penyelenggara terus maju dan sukses.***

Editor: Rusyandi

Komentar