Mengenal Anak Tunagrahita

Mengenal Anak Tunagrahita ist

A. Pengertian

Anak tunagrahita adalah orang yg dengan keterbelakangan mental, merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kemampuan di bawah rata -rata.

B. Umum
Umumnya punya kesulitan fungsi intelektual , misalnya seperti sulit berkomunikasi, sulit belajar, dan sulit memecahkan masalah . Bisa terjadi dalam tingkat ringan dan lebih parah ( sedang ).

C. Tunagrahita
Tunagrahita Ringan, masih bisa melakukan keterampilan mandiri, hanya butuh komunikasi dengan pengajaran dan dukungan yg baik. Tunagrahita sedang ( lebih parah ) lebih butuh banyak dukungan di sekolah maupun di rumah.

D. American Academy of Pediatrics (AAP)
Pada tahun 2010 AAP menganjurkan agar istilah keterbelakangan mental diganti dengan istilah Disabilitas Intektual, dengan alasan; kurang pas, menyinggung, dan tidak memiliki maksud dari kondisi tunagrahita.

D. Ciri Tunagrahita dari Sejak Anak-anak
1. Duduk, merangkak, atau berjalan lebih lambat dari anak-anak lain seusianya
2. Mengalami kesulitan berbicara
3. Mengalami kesulitan memahami aturan sosial
4. Mengalami kesulitan dalam mengendalikan sikap dan gerakkannya
5. Sulit memecahkan masalah
6. Sulit berfikir logis

Misalnya,
Usia 10 tahun belum bisa berbicara atau menulis
Sulit berpakaian sendiri dan bisa bereaksi dengan orang lain. Perkembangan belajar yang terlambat.

Penyebabnya
(1) Karena otak mengalami cedera, sehingga menyebabkan otak tidak bisa berkembang secara normal. Hal ini bisa terjadi saat dalam kandungan, selama kelahiran, atau bahkan bayi sudah lahir.

E. Masalah yang menyebabkan cacat intelektual
1. Ada masalah dengan genetik bayi
2. Ada masalah selama kehamilan
3. Mengonsumsi obat tanpa pengawasan
4. Bayi tidak mendapat oksigen yang cukup selama proses persalinan
5. Bayi lahir prematur
6. setelah lahir bayi mendapat infeksi otak yang serius
7. Cedera kepala yang serius pada bayi.

F. Beberapa hal yang wajib diajarkan kepada anak tunagrahita
1. Keterampilan merawat diri, berpakaian, pergi ke kamar mandi, dan makan sendiri
2. Keterampilan berkomunikasi dan sosialisasi, melakukan percakapan, menggunakan telepon/handphone untuk hal-hal darurat
3. Pergi ke sekolah atau keterampilan bekerja sesuai dengan kemampuan
4. Belajar untuk aman di rumah sendiri
5. Belajar menggunakan uang. (Penulis: Jerri Miftahudin Koesnurrijal ,S.Pd.,M.M.,
Kepala SLB Al Hikmah Padalarang Kab.Bandung Barat)**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar