Pemuda Pancasila Sebagai Kontrol Sosial

Pemuda Pancasila Sebagai Kontrol Sosial sastra firmansyah Ketua PP PAC Kecamatan Ibun, Risman Daryusman (kanan) dan Sekjen Atep Kustiwa

KABUPATEN BANDUNG, GJ.com - Pemuda Pancasila tetap komitmen memposisikan diri sebagai kontrol sosial dalam bidang pembangunan, selain hadir di tengah-tengah masyarakat.

Pemuda Pancasila pun bukan lawan politik pemerintah desa maupun kecamatan, melainkan menempatkan diri sebagai ormas yang selalu siap bersinergi dan bekerjasama dengan pemerintah setempat.

Jangan sampai ada pihak yang merasa terganggu saat kita (Pemuda Pancasila) melaksanakan kontrol sosial dalam pelaksanaan pembangunan di tengah-tengah masyarakat.

“Ketika terjadi dugaan pelanggaran dalam pemanfaatan anggaran yang digulirkan pemerintah, misalnya untuk realisasi program rumah tidak layak huni (rutilahu), kita pun turut mengingatkannya. Supaya dugaan pelanggaran itu tidak terus terjadi, karena kasihan rakyat sebagai pemanfaat program pemerintah tersebut," tutur Ketua PP PAC Kecamatan Ibun, Risman Daryusman kepada wartawan di Desa Padaulun Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu (14/42021) lalu.

Risman mengungkapkan, Organisasi Pemuda Pancasila tetap komitmen untuk tampil paling depan atau garda terdepan dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI, selain Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Disebutkannya, sejak dirinya menjadi pengurus Pemuda Pancasila selalu inten melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakat. Hal itu dalam upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Kader-kader Pemuda Pancasila pun berusaha untuk tampil sebagai perisai penyelamat, ketika ada gangguan atau rongrongan.

"Kita harus tetap setia mempertahankan Pancasila. Karena itu, saya sempat heran dan kaget ketika ada pejabat desa yang bertanya, apa itu Ormas Pemuda Pancasila. Padahal, Ormas Pemuda Pancasila dideklarasikan dan berdirinya pada 28 Oktober l959. Sampai saat ini, Pemuda Pancasila aktif di tengah-tengah masyarakat," tutur Risman.

Sebagai Ormas Pemuda Pancasila, Risman pun sangat mendukung pengembangan/pemulihan ekonomi masyarakat disaat pandemi Covid-19, di antaranya melalui pembangunan maupun penataan destinasi wisata di Kabupaten Bandung. Apalagi saat ini mulai bermunculan destinasi wisata baru dengan view alam terbuka yang mengundang orang luar daerah untuk datang.

"Di antaranya destinasi wisata alam di Kecamatan Ibun, harus memperhatikan dampak lingkungan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Karena setiap pekerjaan pembangunan, pasti akan berdampak pada lingkungan. Ini yang harus diantisipasi bersama, disaat terjadi alih fungsi lahan pada lahan tandus atau tidak produktif akan menimbulkan luncuran air ke daerah paling rendah," ungkap Risman.

Risman mengatakan, kerawanan lingkungan harus diantisipasi sedini mungkin, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. "Intinya, kita tidak hanya mengharapkan keuntungan atau nilai ekonomi dari kawasan destinasi wisata itu. Tapi dampak lingkungan tetap harus menjadi perhatian serius. Untuk diketahui, setiap ada kegiatan atau pembangunan, pasti akan terjadi alih fungsi lahan yang berdampak pada lingkungan," katanya.

Ia juga sempat prihatin ketika peristiwa bencana banjir bandang melanda Desa Cikembang Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. Hal itu dampak dari perubahan fungsi lahan, yang seharusnya ditanami tanaman keras, ini ditanami sayuran oleh warga sekitar.

"Akibatnya terjadi banjir bandang, dan warga itu sendiri yang menjadi korban. Kita juga tak bisa menyalahkan warga karena bercocok tanam sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi bagaimana pemerintah memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga dari dampak pemanfaatan lahan atau lingkungan disaat memasuki musim hujan," pungkasnya.**

Penulis: Sastra Firmansyah



Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar