Hindari Pemotongan, Insentif Guru Ngaji akan Ditransfer ke Rekening Bank Masing-masing

Hindari Pemotongan, Insentif Guru Ngaji akan Ditransfer ke Rekening Bank Masing-masing sastra firmansyah Bupati Bandung terpilih, H.M. Dadang Supriatna saat giat Jumat Keliling di Masjid Al Islam, Kampung Sirnagalih, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang belum lama ini

KABUPATEN BANDUNG,GJ.com - Bupati Bandung terpilih, H.M. Dadang Supriatna menyatakan, akan merealisasikan insentif bagi para guru mengaji, ustad, ustadzah se-Kabupaten Bandung, dengan mentransfer langsung ke rekening bank masing-masing.

Selain guna menghindari kerumunan atau antrian di bank saat pencairan insentif, kata Dadang, penyaluran insentif guru ngaji melalui rekening masing-masing tersebut juga guna menghindari adanya pemotongan.

"Jadi, tidak akan ada pemotongan yang tidak jelas nanti dalam penyalurannya, sehingga insentif yang diterima para guru ngaji sesuai dengan haknya," kata Bupati Bandung terpilih saat giat Jumat Keliling di Masjid Al Islam, Kampung Sirnagalih, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang belum lama ini.

Pemkab Bandung akan menggandeng bank bjb untuk membuat kartu anggota guru mengaji yang sekaligus berfungsi sebagai ATM.

"Nanti insentifnya ditransfer langsung melalui rekening masing-masing. Ini merupakan komitmen kami pasangan Bedas untuk mensejaterakan guru ngaji, ustaz dan ustazah," imbuh Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Insentif guru ngaji merupakan salah satu program unggulan Pasangan Bedas (Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan) saat kampanye Pilbup Bandung 2020. Kang DS menjanjikan akan memberikan insentif bagi sekitar 16.300-an guru ngaji, ustaz dan ustazah di 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung.

Terobosannya, masing-masing akan mendapatkan insentif Rp 500 ribu per bulannya dari yang tadinya hanya Rp 50 ribu per bulan. Itu pun di luar iuran BPJS Kesehatan gratis bagi para guru ngaji ustaz dan ustazah.

Namun untuk merealisasikan program unggulan ini diperlukan peraturan daerah yang menaunginya dan anggaran yang disetujui oleh DPRD Kabupaten Bandung. Sebab untuk merealisasikan program unggulan insentif guru ngaji ini diperlukan anggaran Rp 100 miliar per tahunnya.

“Saya sendiri adalah produk Pendidikan Diniyah dan pesantren. Mereka, para guru ngaji, ustaz, dan ustazah dengan tulus dan ikhlas mendidik putra-putri kita di pengajian, tapi kadang kita sering lupa memperhatikan kesejahteraan mereka. Padahal mereka adalah salah satu pencetak generasi muslim yang berkarakter dan Islami,” ucap Bupati Bandung terpilih.**

Penulis: Sastra Firmansyah



Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar