DR. H. Deding Ishaq Angkat Bicara Soal Draf PJPI 2020-2035

DR. H. Deding Ishaq Angkat Bicara Soal Draf PJPI 2020-2035 sastra firmansyah

BANDUNG, GJ.com - Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) DR. H. Deding Ishak menyatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI harus segera melaksanakan atau mengeksekusi instruksi Wapres RI, terkait frasa yang mengandung kata agama tetap ada dalam draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) 2020-2035.

Hal itu diungkapkan Ketua STAI Al Jawami Cileunyi Bandung ini kepada "GJ" melalui sambungan telepon belum lama ini.

"Mendikbud harus segera mengeksekusi keinginan Wapres yang sangat memperhatikan pandangan tokoh dan ormas keagamaan baik Islam maupun agama lainnya. Termasuk dari MUI sudah menyampaikan pandangan dan keberatannya, selain dari Ormas NU, Muhammadiyah dan lainnya sudah menyamaikan pandangan yang sama," kata Deding Ishaq.

Deding Ishaq yang merupakan Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI, mengatakan instruksi pimpinan penting untuk dilaksanakan karena menyangkut pimpinan negara.
"Maka harus dimaknai instruksi pimpinan itu, kalau tidak dilaksanakan berarti melawan dan konsekwensinya harus mundur atau dimundurkan," tandas Deding Ishaq.

Ia yang mengaku sempat menjadi Anggota Kaukus Parlemen/DPR RI Bidang Pendidikan mengaku bersyukur setelah banyak pihak yang menyampaikan pandangannya tentang frasa yang mengandung kata agama tetap ada dalam PJPI.

"Alhamdulillah Mendikbud Nadiem cepat respon betapa pentingnya agama dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia," kata Deding Ishaq.

Dia menilai jika frasa yang mengandung kata agama dihilangkan dalam PJPI itu sangat berbahaya. "Itu inskonstitusional, melawan konstitusi dan menyimpang dari dasar negara Pancasila," katanya.

Meskipun negara Indonesia bukan negara agama, imbuhnya, jelas negara Indonesia juga bukan negara sekuler yang memisahkan kehidupan keagamaan dengan kehidupann berbangsa dan kehidupan bernegara. "Jadi negara wajib hukumnya memfasilitasi pemahaman agama sebagai jiwa dan ruh dalam pembangunan manusia, di antaranya pada bidang pendidikan yaitu melalui PJPI 2020-2035," tuturnya.

Dikatakannya, road map pendidikan harus mengacu pada dasar negara Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama itu sebagai sumber akhlak dan budaya, selain sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME.

"Kami berharap draf PJPI 2020-2035 itu segera dirubah dan memasukkan frasa yang mengandung kata agama. Ini demi kebaikan, kemaslahatan, kemajuan bangsa kita. Selain itu untuk menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa (imtak) kepada Allah SWT. Pendidikan itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya dalam bidang imtaknya itu benar-benar kuat dan menyatu," katanya.

Deding Ishaq juga menilai, agama itu sebagai sumber nilai, inspirasi, aspirasi sekaligus ruh jiwa dan akhlak untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia.**

Penulis: Sastra Firmansyah

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar