Pengembangan Bidang Pertanian Salah Satu Usulan Pada Musrenbang

Pengembangan Bidang Pertanian Salah Satu Usulan Pada Musrenbang sastra firmansyah Ahmad Saeful Rahman (kanan), salah seorang delegasi Kecamatan Ibun pada Forum SKPD di Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG, GJ.com - Ahmad Saeful Rahman, salah satu dari tiga warga asal Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung yang menjadi delegasi pada kegiatan Forum SKPD di Kabupaten Bandung menilai, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung memiliki potensi alam pada bidang pertanian, selain pariwisata dan perikanan.

Mengingat sejumlah desa di Kecamatan Ibun berada pada kawasan perbukitan atau pegunungan, di antaranya Desa Ibun, Laksana, Mekarwangi, Dukuh, Neglasari, dan Desa Pangguh.

"Pada pelaksanaan musyawarah desa di tingkat desa untuk diusulkan ke pelaksanaan musrenbang tingkat kecamatan dan dilanjutkan ke tingkat kabupaten, usulan dari masyarakat berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana pertanian sangat dominan. Di antaranya usulan benih pertanian, selain infrastruktur, maupun rabat beton yang merupakan akses jalan ke lahan pertanian," kata Ahmad kepada wartawan di Ibun, Jumat (26/2/2021).

Disamping itu, imbuh Ahmad, ada juga di antara warga yang mengusulkan penataan atau pembangunan saluran irigasi untuk pengairan ke lahan pertanian.

"Berdasarkan data usulan yang dilihat dari sejumlah desa itu, banyak warga yang mengusulkan bantuan bibit tanaman, mulai dari buah-buahan, tanaman keras maupun tanaman produktif lainnya," kata Pendamping Desa Laksana ini.

Sejumlah warga di Desa Lampegan, imbuh Ahmad, karena desa itu dijuluki kampung lauk turut mengusulkan bibit ikan plus pelatihan budidaya ikan dalam proses pengembangan ikan hingga pemasaran untuk menunjang ekonomi masyarakat.

"Dengan adanya pengembangan ekonomi dalam bidang pertanian, perikanan itu dengan sasaran menciptakan ketahanan pangan. Bahkan melalui potensi yang ada, diharapkan ada pengembangan ekonomi kreatif," katanya.

Terlebih saat ini sudah memasuki setahun terakhir ini, kata Ahmad yang akrab dipanggil Mang Ucup ini, Kecamatan Ibun Kabupaten, Bandung dilanda pandemi Covid-19. Diharapkan masyarakat bisa bangkit dari pandemi Covid-19 tersebut. Hal itu sesuai dengan tema Kabupaten Bandung dalam upaya pemulihan perekonomian masyarakat yang inklusif.

"Yang jelas pertanian sebagai salah satu pengembangan ekonomi disaat pandemi Covid-19," katanya.

Ahmad pun mengamati pemerintahan Desa Mekarwangi Kecamatan Ibun, saat ini sedang mengembangkan kawasan wisata yaitu di kawasan Pasirpogor.
"Di kawasan itu bisa menjadi ajang tempat selfie dan berkemah, selain ada rencana membangun kolam renang. Saat ini, ke kawasan tersebut sudah ada akses kendaraan roda empat untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," tuturnya.

Ia mengatakan, dari berbagai potensi yang ada di Kecamatan Ibun, khususnya dalam pengembangan pertanian, perikanan dan pariwisata membutuhkan pendampingan dari para ahli yang berasal dari akademisi maupun perguruan tinggi dalam merealisasikan program kerja di lapangan.

"Pentingnya kehadiran dari para akademisi itu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para petani, maupun pelaku pariwisata dan perikanan. Supaya mereka melek informasi dalam melaksanakan kiprahnya di lapangan. Karena tanpa ilmu dan wawasan, mereka tidak akan bangkit. Untuk itu, kehadiran para akademisi sangat dinanti untuk menambah wawasan dan keilmuan bagi warga setempat," tuturnya.

Ia mengatakan, dengan kehadiran para ahli atau pakar di bidang pertanian, perikanan maupun pariwisata itu supaya mereka lebih paham dalam pengembangan usahanya.
"Kalau ada pakar di bidang pertanian itu misalnya, setelah diberikan pembinaan terkait teori pertanian, warga bisa langsung praktek lapangan," katanya.

Ahmad berharap, jika masyarakat sudah dibekali keilmuan dan wawasan dalam bidang pertanian, perikanan maupun pariwisata bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualita. Sehingga bisa membuka peluang mereka untuk berdaya saing dalam pengembangan ekonominya.**

Penulis: Sastra Firmansyah

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar