Nama dan Foto Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana Dicatut Pelaku Penipuan

Nama dan Foto Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana Dicatut Pelaku Penipuan sastra firmansyah Kepala Desa Citaman Yayan Heryana (kiri)

KABUPATEN BANDUNG, GJ.com - Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana mengaku dirugikan karena nama baiknya dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk dipergunakan aksi penipuan terhadap para pelaku usaha di wilayah Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Pelaku penipuan yang dilakukan seseorang melalui penggunaan WhatsApp (WA) dengan menggunakan foto Yayan Heryana sebagai kepala desa itu mengatasnamakan dirinya untuk menipu para pelaku usaha melalui pemesanan barang atau makanan.

"Padahal saya tak pernah memesan makanan atau barang ke rumah makan di Nagreg. Tahu-tahunya ada pesanan makanan ke rumah yang diantar oleh pegawai rumah makan," keluh Yayan Heryana kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (13/2/2021).

Kepala Desa Citaman ini mengetahui namanya dan fotonya dicatut oleh pelaku penipuan itu, setelah ada pihak dari rumah makan mengirimkan data pemesan makanan dan permintaan dibelikan pulsa melalui percakapan atau chat melalui WhatsApp antara pihak rumah makan dengan si pelaku penipuan tersebut.

"Pada hasil percakapan melalui WhatsApp antara pihak rumah makan dengan pemesan yang mencatut nama saya dan foto saya itu, dishare oleh pihak rumah makan setelah hasil percakapan itu di scanshoot melalui tangkapan layar handphone," kata Yayan.

Ia mengatakan, jika dilihat dari kerugian materi secara pribadi memang tak dirugikan karena tak pernah mengeluarkan uang. Tapi Kepala Desa Citaman merasa dirugikan karena nama baiknya dan fotonya telah dimanfaatkan oknum warga untuk melakukan penipuan.

"Kejadian ini sama persis dengan kejadian hari kemarin sampai hari ini dengan mengatasnamakan Kepala Desa Citaman. Di antaranya yang menjadi korban penipuan itu adalah Rumah Makan Darmaga Sunda, Rumah Makan Pa H Abu, Pedagang Ayam serta Tukang Mie Ayam," ungkap Yayan.

Ia mengatakan, modusnya sama seperti apa yang diberitakan di salah satu media online, seorang Lurah di Serang Banten juga menjadi korban penipuan dengan nomor handphone yang sama.

"Tiba-tiba kami menerima pesanan makanan yang diantar oleh karyawan rumah makan ke kantor dengan dengan sejumlah pesanan. Karena hari libur maka karyawan tersebut tidak bisa masuk ke desa, otomatis karena memang karyawan tersebut mengenal Kepala Desa. Maka pesanan itu diantar kerumah, sontak saja istri saya kaget karena tidak merasa memesan. Sementara saya sebagai Kepala Desa tidak di rumah," tuturnya.
"Kejadian ini tidak boleh terulang semoga menjadi sebuah pembelajaran kepada siapapun agar tidak ada yang dirugikan. Kepada pihak yang berwajib semoga bisa melacak dan menangkap orang tersebut karena sangat meresahkan," pungkasnya.**

Penulis: Sastra Firmansyah



Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar