Forkomi Menyesalkan Peristiwa Penembakan Enam Anggota FPI Di Tol Cikampek

Forkomi Menyesalkan Peristiwa Penembakan Enam Anggota FPI Di Tol Cikampek ist Ketua Forkomi Drs. H. Deni Permadi (kiri) saat menyerahkan surat pernyataan sikap terkait tragedi penembakan 6 Anggota FPI ke Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, SIK, di Mapolresta Bandung di Soreang, belum lama ini. Area lampiran

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Forum Komunikasi Muslimin Indonesia (FORKOMI) turut menyikapi peristiwa tertembaknya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang sedang mengawal Imam Besar Habib Rizieq Shihab di Tol Cikampek pada hari Senin tanggal 7 Desember tahun 2020 sekitar pukul 00.30 WIB. Selain itu, menyikapi kasus yang menimpa Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IB HRS) dalam kasus kerumunan di Petamburan Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kami dari Forkomi sebagai salah satu organisasi sosial kemasyarakatan dan dakwah, merasa terpanggil secara moral keagamaan dan kebangsaan, nurani yang terusik atas tragedi kemanusiaan yang terjadi menimpa anak bangsa ditengah negeri yang mayoritas muslim," kata Ketua Forkomi Drs. H. Deni Permadi didampingi Sekretaris H. Ayi Setiadi, SPd., M.Pd.I, kepada wartawan  dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020). 

Deni Permadi sangat menyesalkan peristiwa tragis itu terjadi dan menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam mengingat pristiwa tersebut dilakukan sebelum ada keputusan pengadilan yang tetap. 

"Seharusnya negara sebagaimana tercantum dalam Bab 1 pasal 1 UUD 1945 berfungsi sebagai pelindung rakyat," ujarnya. 

Ia menegaskan, penembakan ini dikategorikan sebagai tindakan extra judicial killing. Dimana tindakan seperti ini dilarang keras dan melanggar Hak Asasi Manusia sebagaimana tercantum dalam UU nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Juga bertentangan dengan ketentuan dalam hukum HAM internasional, sebagaimana termuat dalam deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia serta Konvensi Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (International Covenant On Civil and Political Right) yang diratifikasi melalui UU Nomor 12 tahun 2005," tuturnya. 

Deni Permadi meminta kepada Kapolri untuk mengusut tuntas peristiwa gugurnya 6 (enam) anggota FPI dan membebaskan Imam Besar Habib Rizieq Shihab tanpa syarat dari tuduhan pelanggaran protokol kesehatan.  Mengingat IB HRS sudah melaksanakan hukuman dengan cara membayar denda dan permohonan maaf  secara terbuka.

"Mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat termasuk membela ulama adalah kewajiban kita semua termasuk negara yang di dalamnya TNI-Polri, negara tidak boleh kalah dari oknum aparat yang menyalahgunakan kewenangannya," terangnya.

Forkomi pun meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, untuk membentuk tim independent yang terdiri dari tim gabungan tokoh masyarakat kredibel serta memiliki integritas yang tinggi sehingga dapat menjalankan tugasnya secara objektif, balance, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

"Mengajak agar seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh upaya apa pun guna menjaga ketertiban dan keamanan bersama demi tegaknya Izzul Islam wal Muslimin dalam bingkai NKRI," katanya.

Forkomi pun menuturkan falidzaalika fad’u wastaqim kamaa umirta walaa tathabi’ ahwaahum. Intansurullaha yan surkum wayutsabbit aqdaamakum. 

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar