Satgas Citarum Harum Panen Padi dan Lele Pada Lahan Demplot Menggunakan Cairan BIOS 44, Ini Hasilnya

Satgas Citarum Harum Panen Padi dan Lele Pada Lahan Demplot Menggunakan Cairan BIOS 44, Ini Hasilnya Sasra Firmansyah

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Untuk yang pertama kalinya, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya melaksanakan panen tanaman padi pada lahan demplot percontohan menggunakan cairan Bios 44 di kawasan Taman Edukasi Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Jawa Barat, Kamis,(3/11/2020). 

Masih di sekitar kawasan tersebut dan pada hari yang sama, Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya juga melaksanakan panen lele. Panen lele itu di lahan demplot budidaya lele dengan menggunakan media cairan Bios 44 dalam upaya meningkatkan produksi. 

Panen perdana tanaman padi dan budidaya lele pada lahan demplot dengan menggunakan cairan Bios 44 itu langsung dihadiri Komandan Sektor 4/Majalaya Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Mulyono H.S., didampingi Danki Letda Arh Asep Rohman dan jajaran TNI lainnya. Sejumlah warga bersama Gober sebagai mitra Satgas juga melihat langsung hasil panen padi dan lele dengan hasil yang cukup mumpuni. Bahkan, mereka langsung melaksanakan panen padi tersebut. 

Hasil panen itu langsung diberikan kepada rakyat yang ada di sekitar lokasi panen. Karena tujuan dari pelaksanaan ujicoba budidaya tanaman padi dan lele untuk membantu masyarakat dalam bidang kebutuhan pangan. Dengan harapan masyarakat turut terbantu secara ekonomi, selain nantinya ada inisiatif warga untuk melaksanakan pertanian dengan menggunakan media cairan Bios 44 dalam upaya meningkatkan produksi pertanian karena dapat menyuburkan lahan pertanian. 

Kolonel Inf Mulyono menuturkan, 

melihat pertumbuhan tanaman padi varietas Ciherang pada lahan demplot yang menggunakan media cairan Bios 44 dan tidak menggunakan cairan yang sama sangat jelas terlihat pertumbuhannya. 

"Menggunakan media cairan Bios 44, pertumbuhannya lebih bagus dan subur. Selain lebih tinggi pertumbuhannya, juga bulir padinya lebih berisi. Bahkan cepat dipanen dengan usia 100 hari," kata Kolonel Inf Mulyono kepada wartawan di sela-sela panen padi dan lele. 

Sedangkan tanpa menggunakan media cairan Bios 44, imbuh Mulyono, bisa kelihatan pertumbuhan tanamannya. Selain pertumbuhan tanaman padinya masih hijau dan belum cukup dipanen, juga pertumbuhan tanamannya terlihat kurang subur dan pendek. Rumpun tanaman padinya lebih sedikit. 

"Tidak menggunakan media cairan Bios 44, yaitu pertumbuhannya telat, daunnya masih hijau dan bulir padinya belum cukup dipanen jika dibandingkan dengan yang menggunakan media cairan Bios 44 dengan masa tanam yang sama bisa langsung dipanen," katanya.

Kolonel Inf Mulyono pun meyakini dengan menggunakan media cairan Bios 44, dapat meningkatkan produksi pertanian. Ia pun berusaha untuk mengembangkan lahan pertanian padi itu dengan menggunakan Bios 44. "Ini dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan. Makanya warga yang memiliki lahan pertanian bisa memanfaatkan cairan Bios 44, kita dari Satgas siap membantu. Nanti hasil panennya juga silahkan untuk kebutuhan pangan rakyat. Kita hanya membantu saja," katanya.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, Satgas Citarum Harum juga turut melaksanakan budidaya belut, selain berbagai jenis sayuran. Mulai dari sayuran terong, bayem, cabe, jagung dan sayuran lainnya, sehingga masyarakat bisa memetik dan menikmati langsung hasil budidaya tanaman tersebut.**

Penulis : Sasra Firmansyah 

 

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar