Desa Jelegong Rancaekek Gelar Musdes Persetujuan Pembentukan DOB KBT

Desa Jelegong Rancaekek Gelar  Musdes Persetujuan Pembentukan DOB KBT Sasra Firmansyah

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Jelegong dengan melibatkan berbagai unsur melaksanakan musyawarah desa (musdes) di Gedung Serba Guna Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (1/12/2020).

Musdes tersebut difasilitasi aparatur Desa Jelegong, dan hasil musdes itu untuk persyaratan administrasi pembentukan calon daerah otonomi baru Kabupaten Bandung Timur (CDOB KBT).

Pelaksanaan musdes tersebut untuk membangun kesepakatan dan persetujuan mendukung pembentukan CDOB KBT dari induknya Kabupaten Bandung. 

Dalam pelaksanaan musdes tersebut turut dihadiri 

Pengurus Harian Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT) Wawan Hermawan, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra Dedi Saeful Rohman, Ketua BPD Desa Jelegong H Gunawan, Kepala Desa Jelegong Anen Rumdani, Sekdes, Kasi Pemerintahan, LPMD,  Pendamping Desa Kecamatan, Pendamping Lokal Desa beserta perangkatnya, Anggota BPD, Pengurus RT/RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Perwakilan Perempuan, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Wawan Hermawan selaku  pengurus harian PMBT  mengatakan, pelaksanaan musdes itu untuk mengusulkan dan menyetujui rencana pemekaran Kabupaten Bandung Timur dari induknya Kabupaten Bandung sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Bandung.

"Perlu diketahui oleh bersama, bahwa pelaksanaan musdes ini untuk mengusulkan DOB KBT  melalui sebuah kesepakatan atau persetujuan," kata Wawan kepada "GM" di Desa Jelegong.

Pada pelaksanaan musdes itu, Wawan pun mengingatkan kepada peserta rapat untuk senantiasa 

mematuhi protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. 

"Dari data yang ada di seluruh desa Kecamatan Rancaekek telah dijumpai kasus positif Covid-19 dan berbagai upaya dari pemerintah terus dilakukan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19," katanya.

Wawan pun mengungkapkan, Anggota DPRD Provinsi Jabar pada prinsipnya setuju aspirasi yang disampaikan masyarakat Kabupaten Bandung untuk pemekaran. "Tujuan dari pemekaran ini adalah untuk pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. 

Sementara itu Ketua BPD Jelegong H. Gunawan mengungkapkan, pembentukan CDOB KBT itu terdiri dari 130 desa/3 kelurahan dan 15 kecamatan yakni Rancaekek 13 desa/1 kelurahan, Cicalengka (12 desa), Cikancung (9 desa), Nagreg (8 Desa), Cileunyi (6 desa), Cilengkrang (6 desa), Cimenyan (7 desa), Bojongsoang (6 desa), Majalaya (11 desa), Ciparay (14 desa), Ibun (12 desa), Paseh (12 desa), Pacet (13 desa), Kertasari (8 desa) dan Solokanjeruk (7 desa). 

"Produk unggulan kawasan industri, pariwisata, pangan dan hortikultura, dan lahan pertanian padi sawah," katanya.

Menurut Gunawan, tujuan rencana pemekaran wilayah Kabupaten Bandung menjadi 2 wilayah guna pemerataan kesejahteraan dan akselerasi pembangunan serta akses pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien. 

Beberapa pertanyaan pun muncul dari peserta musdes, seperti apa keuntungan Kabupaten Bandung menjadi pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Bandung Timur?  Apakah ada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati? Berapa lama proses pemekaran wilayah?

Keuntungan menjadi DOB yaitu  pelayanan publik lebih efektif dan efisien serta tercipta pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Untuk Bupati dan Wakil Bupati melalui pemilihan langsung. Sedangkan untuk proses pemekaran wilayah bisa mencapai 5-10 tahun dan setelah ditetapkan pemerintah pusat ada proses persiapan kabupaten/kota selama 3 tahun untuk pembangunan infrastruktur kantor pemerintah, pusat ekonomi, kesehatan, perubahan data kependudukan dan lain-lain.

Pada akhir  musdes sosialisasi pemekaran wilayah Kabupaten Bandung, seluruh rencana tersebut dimana Kabupaten Bandung akan menjadi wilayah Kabupaten Bandung Timur.  Pelaksanaan musdes diakhiri dengan penandatanganan berita acara persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Bandung.**

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar