Para Pengusaha Deklaraikan Forum UMKM Nuswantara

Para Pengusaha Deklaraikan Forum UMKM Nuswantara Sasra Firmansyah

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Budi Yusep Nurjaman yang merupakan seorang pengusaha konveksi di Kabupaten Bandung beserta rekan-rekan sesama pengusaha lainnya mendeklarasikan Forum UMKM Nuswantara (FUN).

Deklarasi yang dihadiri Bupati Bandung H. Dadang M. Naser beserta jajaran SKPD dilaksanakan di Bale Sawala Soreang pada Senin, (30/11/2020). 

Berdasarkan rilis yang diterima wartawan, Rabu (2/12/2020) ini, deklarasi tersebut turut dihadiri Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung, Dani Gusnadi, M.M.

"UMKM, atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah sektor yang jumlah anggotanya sangat massif dan terbanyak dalam komposisi pelaku usaha di Indonesia. Dari 60 juta lebih unit usaha yang terdapat di Indonesia, 90 persennya berasal dari sektor mikro non formal," tutur Budi dalam sambutanya saat deklarasi di acara Forum UMKM tersebut.

"Hal ini, memiliki konsekuensi logis, jika kita ingin ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan. Konsekuensi tersebut adalah perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan sistematis, terhadap para pelaku UMKM," imbuhnya.

Budi mengatakan, proses pembinaan ini tentunya tidak dapat dilakukan sendirian. "Melainkan, perlu adanya mitra-mitra yang mumpuni, dan mampu bahu-membahu, bersama-sama menjaga urat nadi Ini, agar ekonomi Indonesia tidak terhenti begitu saja," ujarnya. 

Budi melihat pemerintahan di Indonesia, yang diwakili Pemkab Bandung sudah seperti orang tua sendiri. "Pemerintah Kabupaten Bandung yang tak henti-hentinya merawat, mendidik, bahkan membiayai segala proses pembelajaran kami. Sehingga kami bisa belajar untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat di negeri bahari terbesar yang unik ini," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Bandung H. Dadang Naser pada kesempatan yang sama juga turut menyampaikan sambutannya di acara tersebut.

“FUN punya tugas, bagaimana mendorong UMKM lokal bisa berperan di tingkat global. Lakukan pameran-pameran internasional, baik secara virtual maupun konvensional di pasar dunia yang tentunya ke depan akan sangat terbuka. Produk maupun jasa yang dihadirkan, harus berkualitas internasional, tidak asal jadi dan dijaga konsistensinya,” harap Bupati.**

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar