Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kabupaten Bandung Harus Miliki BNNK

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kabupaten Bandung Harus Miliki BNNK Sasra Firmansyah

Kabupaten Bandung, "GJ".com -Calon Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna mengungkapkan, masalah narkoba adalah masalah semua insan yang hidup di dunia ini, termasuk di Indonesia dan lebih khusus di Kabupaten Bandung. 

"Akibat narkoba bisa menghancurkan masa depan generasi. Bahkan dampak narkoba bisa menyebabkan nyawa melayang sia-sia," kata Dadang kepada wartawan, Seasa (1/12/2020). 

Ia mengatakan, peredaran narkoba sudah mengkhawatiran, hal itu dengan ditemukannya kasus peredaran penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bandung. "Pemberantasan penyalahgunaan narkoba sudah tak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk itu, Pemerintah Daerah harus berperan aktif dalam pencegahannya," ucap Dadang yang berpasangan dengan calon Wakil Bupati Bandung nomor urut 3 H. Sahrul Gunawan. 

Untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba, ia mengungkapkan, pemerintah daerah harus menyiapkan badan atau lembaga yang bersinergi dengan pihak lainnya. 

"Mengingat Kabupaten Bandung sebagai wilayah yang besar. Saya rasa malu tidak mempunyai lembaga resmi, yaitu Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bandung  untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Saat ini, kita hanya menginduk sebagai binaan dari Kota Cimahi. Padahal Cimahi boleh dibilang wilayah yang masih muda jauh lebih tua dari kita, tapi punya kemauan yang kuat sehingga mereka mempunyai BNNK/kota sendiri," tuturnya.

"Kita tahu tanpa keinginan yang kuat sampai kapanpun tidak akan terlaksana, dimana memang syarat utama pembentukan BNNK ini harus kepala daerah yang mengusulkan," imbuhnya.

Ia pun menjelaskan tahapan pembentukan BNNK, di antaranya sebelumnya harus menyiapkan tempat. Selanjutnya menyiapkan juga tenaganya atau struktur kepengurusannya. 

"Struktur kepengurusannya bisa diambil dari ASN yang ada atau tenaga kontrak yang nantinya diajukan oleh Badan Kesbangpol Kabupaten melalui BNNP (Provinsi) untuk diajukan ke BNN (Pusat). Nah dengan tahapan itu saja tentu kita akan mempunyai BNNK/kota sehingga tidak perlu lagi menginduk ke Cimahi," jelasnya. 

Dikatakan Dadang, untuk mencegah narkoba, sejumlah pihak harus secara masif mensosialisasikan bahaya narkoba. "Terutama ke sekolah-sekoah yang dinilai sekarang ini bahwa sekolah sudah masuk bidikan mafia-mafia  narkotika. Hal itu sangat menghawatirkan sekali, bukan hanya tingkat SMA, bahkan dari TK itu harus rutin diberikan penyuluhan, tentunya bersinergi dengan Kepolisian, dan BNNK, BNNP atau BNN," ungkap Dadang.

Pelaksanaan sosialisasi itu, kata Dadang, untuk penguatan dan pencegahan yang dibarengi dengan sosialisasi yang berkelanjutan baik di kalangan pendidikan. "Termasuk di dalamnya lingkungan pesantren, harus terus gencar dilakukan kepada masyarakat," ucapnya. 

Ia juga berharap pemerintah memberdayakan penggiat/relawan anti narkoba yang ada di Kabupaten (LSM/Omas). "Dengan cara itu insya Alloh angka pengguna dan pemakai yang ada di Kabupaten Bandung bisa terus ditekan," harapnya.** 

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar