Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung di Cileunyi

Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung di Cileunyi Sasra Firmansyah

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Sejumlah petani melakukan upaya gerakan pengendalian (gerdal) hama ulat grayak pada lahan pertanian jagung seluas 3 hektare di Kampung Cikoneng RT 03/RW 01 Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Jawa Barat, Senin 30 November 2029. Gerdal tersebut dalam upaya menghentikan serangan organisme pengganggu tumbuhan dan untuk mempertahankan serta meningkatkan produksi jagung. Tanaman jagung hibrida varietas bisi 816 itu dengan usia panen selama 90 hari, dan saat ini baru berusia sekitar 30 hari. 

Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, yakni Kasi Perlindungan Tanaman Ir Agus Lukman, Koordinator Pengendalian  Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dadang, petugas POPT setempat lainnya, Ika Nurhalimah dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) turun langsung dalam gerdal tersebut. Mereka turut melakukan pembinaan terhadap para petani dalam upaya mengendalikan hama ulat grayak yang mengancam  produksi jagung tersebut. 

Ketua Kelompok Tani Mekar Harapan Dodo Miharja (67) mengatakan, tanaman jagung seluas 3 hektare yang saat ini berusia sekitar 30 hari itu, saat berusia 15 hari sudah mulai terserang hama ulat grayak. 

"Hama ulat grayak ini langsung menyerang bagian tunas tanaman jagung, dan tanaman jagung pun terancam gagal panen jika tak segera dikendalikan. Hampir sekitar 70 persen dari luas lahan 3 hektare yang mendapatkan serangan hama ulat grayak," kata Dodo kepada wartawan di sela-sela gerdal hama ulat grayak. 

Ia mengatakan, tanaman jagung ini jika mengalami gagal panen akibat hama ulat grayak, akan melakukan penanaman ulang. "Tetapi berharap dengan adanya penyemprotan ini, dapat membasmi hama ulat grayak. Penyemprotan ulat grayak ini merupakan yang pertama," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung yang juga Sekda Kabupaten Bandung Ir. H. A. Tisna Umaran, M.P., melalui Kasi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Agus Lukman mengatakan, gerakan pengendalian hama tanaman berupa ulat grayak ini sebagai bentuk upaya preventif untuk mencegah serangan hama ulat grayak supaya tidak meluas. 

"Dengan adanya kegiatan gerdal ini diharapkan hama ulat grayak bisa diberantas, untuk meningkatkan produksi jagung," katanya. 

Agus Lukman berharap serangan hama ulat grayak itu bisa dikendalikan dengan cepat. Berdasarkan pengamatan di lapangan, satu pohon tanaman jagung itu terdapat 1-3 ulat grayak. 

"Hama ulat grayak ini, sifatnya kanibal. Jadi dari tiga ulat grayak yang ada, dua ulat bisa dimakan satu ulat. Jadi ulat yang bertahan yang bisa hidup," katanya. 

Agus Lukman mengatakan, penyebaran ulat grayak ini, bisa dengan cara ulat yang sudah menjadi kupu-kupu itu terbang dari satu tempat ke tempat lainnya, sebelum akhirnya kupu-kupu itu bertelur dan menetas menjadi ulat grayak. 

"Kemampuan terbang kupu-kupu yang merupakan cikal bakal ulat grayak ini sejauh 100 km dalam semalam. Satu kupu-kupu bisa bertelur 300-400 butir, sebelum akhirnya menetas menjadi ulat grayak," katanya. 

Agus Lukman pun mengingatkan kepada para petani untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan gerakan pengendalian hama ulat grayak. 

"Tetap memakai masker,.sarung tangan karena kita belum tahu sampai kapan Covid-19 ini berakhir. Yang penting kita tetap disiplin memakai masker," ungkapnya.

Agus Lukman mengatakan, di kawasan Kecamatan Cileunyi itu seluas 500 hektare lahan pertanian jagung, selain di Desa Cibiru Wetan, juga di Desa Cileunyi Wetan dan Desa Cileunyi Kulon. "Namun yang dikendalikan dari serangan hama ulat grayak seluas 3 hektare. Begitu ada laporan, kita langsung melakukan gerakan pengendalian," katanya. 

Sementara itu, Koordinator POPT Kabupaten Bandung Dadang mengatakan ulat grayak sangat berbahaya karena dapat merusak tanaman jagung. 

"Ulat grayak ini bisa bertahan hidup selama 30 hari pada musim panas. Sedangkan musim semi dan musim hujan bisa bertahan antara 80-90 hari," kata Dadang. 

Ia mengatakan, tanaman jagung dengan usia masih muda, jika mendapatkan serangan hama ulat grayak dapat menghambat pertumbuhan dan menambah umur tanaman. 

"Pada tanaman jagung yang mengalami kerusakan akibat ulat grayak, bisa tumbuh tunas baru. Tapi ulat grayak ya harus betul-betul mati setelah dikendalikan," katanya.**

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar