Kang DS : Perbaikan Rutilahu Harus Menjadi Skala Prioritas

Kang DS : Perbaikan Rutilahu Harus Menjadi Skala Prioritas Sasra Firmansyah Calon Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna (kedua kanan) saat menandatangani kontrak politik pembangunan unit baru SMPN 4 Cileunyi di Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (19/10/2020).

Bandung,”GJN”.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor nurut 3 H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan  memiliki sejumlah program unggulan yang harus menjadi skala prioritas untuk direalisasikan dalam peningkatan dan pengembangan pembangunan di kawasan Kecamatan Cileunyi, selain Rancaekek dan Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. 

Hal itu diungkapkan Kang DS, panggilan akrab Kang DS setelah melaksanakan silaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat, agama dan ulama di Kecamatan Cileunyi, Senin (19/10/2020).

Pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Cileunyi itu bagian dari pelaksanaan sosialisasi Pilkada Bandung 9 Desember 2020, dalam upaya mensukseskan pesta demokrasi di tengah pandemi Covid-19. 

Pasangan Dadang-Sahrul dengan mengusung program kerja Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera) ini, terus  blusukan ke sejumlah kampung dan desa di Kecamatan Cileunyi tersebut. 

"Ternyata, setelah saya turun ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat di Kecamatan Cileunyi, masih banyak rumah tidak layak huni (rutilahu). Bahkan saya melihat langsung rutilahu di Cileunyi, yang harus menjadi skala prioritas dalam perbaikan melalui program pemerintah," kata Kang DS ketika dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2020).

Kang DS pun berharap jika terpilih menjadi Bupati Bandung pada Pilbub Bandung mendatang, pihaknya memiliki program unggulan untuk perbaikan rehab rutilahu sebanyak 7.000 unit per tahun yang tersebar di 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung. 

"Di Kabupaten Bandung, masih banyak rutilahu. Kurang lebih sekitar 35.000 unit rutilahu di Kabupaten Bandung yang harus mendapat perhatian. Diharapkan kedepan, dengan program perbaikan 7.000 unit rutilahu per tahun, bisa selesai dalam lima tahun ke depan," kata Kang DS. 

Selain berharap dapat memerhatikan masyarakat pemilik rutilahu, imbuh Kang DS, sesuai dengan harapan masyarakat dan selaras dengan program Bedas, pihaknya berusaha untuk memprogramkan pembangunan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk masyarakat Cileunyi, Rancaekek dan Bojongsoang. 

"Pembangunan RSUD itu di sekitar perbatasan tiga kecamatan itu, atau bisa dibangun di kawasan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang yang berdekatan dengan terminal kereta api cepat," ungkapnya. 

Seiring dengan adanya pembangunan kereta api cepat itu, Kang DS juga akan memprogramkan pembangunan Terminal Tipe A yang berdekatan dengan terminal kereta api cepat tersebut. 

Kang DS juga turut menyikapi kondisi Cileunyi, yang merupakan kawasan perkotaan dan jalur perlintasan antar kota dan provinsi yang rawan macet, Jalan Lingkar Cileunyi yang sudah diwacanakan sejak lama harus segera direalisasikan. 

"Dikabarkan DED-nya sudah ada, pembangunan Jalan Lingkar Cileunyi itu harus direalisasikan kedepannya untuk mengimbangi perkembangan kawasan Cileunyi sebagai kawasan perkotaan. Pembangunan Jalan Lingkar Cileunyi untuk meminimalisir kemacetan," katanya. 

Saat bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, Kang DS pun mendengar harapan mereka yang menginginkan adanya pesantren untuk menampung anak yatim dan dari keluarga tidak mampu. 

Tak hanya itu, Kang DS juga mendengar harapan warga yang menginginkan ada unit sekolah baru, yaitu SMPN 4 Cileunyi dibangun di Kampung Seke Angkrih Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi. 

"Di kampung itu banyak anak lulusan SD yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMPN karena terkendala zonasi yang jaraknya jauh dari SMPN. Saya pun melakukan kontrak politik dengan warga, jika terpilih menjadi Bupati Bandung akan mendirikan unit baru SMPN 4 Cileunyi, untuk memfasilitasi sarana dan prasana pendidikan bagi para siswa lulusan SD," pungkasnya.**

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar