Diwacanakan, Pasangan Teh Nia-KDI Dinilai Sangat Ideal Pada Pilkada Bandung

Diwacanakan, Pasangan Teh Nia-KDI Dinilai Sangat Ideal Pada Pilkada Bandung sastra firmansyah

CILEUNYI, "SJN".com - Sejumlah pihak berpendapat atau menilai, pasangan Hj. Kurnia Agustian Dadang M. Naser dan H. Deding Ishak jika dipasangkan  pada pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung 9 Desember 2020 mendatang, merupakan pasangan ideal. Bahkan berdasarkan hasil survei salah satu lembaga survei di lapangan, pasangan Hj. Kurnia-H. Deding bisa mendulang suara atau dukungan publik sekitar 40 persen, kendati yang akan maju pada Pilkada Bandung itu antara tiga sampai empat pasang calon. 

Ketika wartawan mengkonfirmasikan hal itu kepada KDI, panggilan akrab Kang Deding Ishak, Rabu (19/8/2020), ia menyatakan, kesiapannya untuk mendampingi Hj. Kurnia pada Pilkada Bandung.

KDI menyatakan, bahwa dirinya akan tetap loyal pada Partai Golkar untuk memperkuat posisi Hj. Kurnia yang mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk maju menjadi calon Bupati Bandung pada Pilkada Bandung. 

"Banyak pihak yang meminta dan berkeinginan saya untuk maju mendampingi Bu Hj. Nia (Hj. Kurnia). Saya pun sudah menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan Pak H. Dadang M Naser selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung. Alhamdulillah, beliau sangat respon sekali dan berharap nantinya saya bisa maju menjadi calon wakil Bupati Bandung mendampingi Bu Hj. Nia," kata KDI, yang sebelumnya menjadi salah satu kandidat bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar. 

Ia berharap dengan wacana dirinya yang terus menggelinding di publik yang disebut-sebut sangat ideal jika berpasangan dengan Teh Nia, dapat memperkuat dan menambah dukungan signifikan dari para pemilih. Mulai dari kalangan para tokoh ulama, kiai, pesantren, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan pihak lainnya. Mengingat, KDI memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan tersebut di Kabupaten Bandung. 

"Termasuk kami juga berharap mendapat dukungan dari kalangan Nahdlatul Ulama, Muhamadiyah dan ormas Islam lainnya, dengan tampilnya saya mendampingi Bu Nia pada pilkada tersebut," katanya.

KDI yang memiliki gelar Prof. DR ini, dinilai cukup mahir dan berpengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan. Apalagi sebelumnya, KDI yang merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung ini sudah berpengalaman selama 25 tahun di parlemen, sehingga untuk menjalin birokrasi ke tingkat pemerintah pusat, provinsi sangat berpeluang untuk menjalankan program peningkatan dalam  pembangunan di daerah.

"Bahkan saya berharap bisa menumbuhkan dan meningkatkan  investasi di Kabupaten Bandung, dengan mendatangkan para investor atau pelaku usaha ke Kabupaten Bandung," tutur KDI. 

KDI pun berpendapat, menjadi bupati, wakil bupati hingga menjadi RW dan RT, pada dasarnya itu adalah pengabdian kepada masyarakat. 

"Sebaik-baiknya manusia bermanfaat bagi orang lain," harapnya. 

Ia pun menuturkan, Teh Nia sudah cukup mumpuni menjadi calon Bupati Bandung karena sudah 10 tahun mendampingi suaminya, H. Dadang M. Naser selaku Bupati Bandung. 

"Ketika nantinya beliau terpilih menjadi Bupati Bandung, Bu Nia langsung kerja karena sebelumnya sudah tahu dan paham kinerja pemerintahan setelah 10 tahun  mendampingi suaminya menjadi Bupati Bandung," katanya. 

KDI pun menilai, Teh Nia sudah berpengalaman dalam berkomunikasi dengan birokrat, selain dengan berbagai organisasi di lapangan dalam menjalankan program pembangunan. "Beliau mengetahui hal itu, karena terus-menerus mendampingi suaminya sebagai kepala pemerintahan. Dukungan dari masyarakat Kabupaten Bandung terhadap pencalonan Bu Hj. Nia  pun terlihat sangat signifikan," pungkasnya.**

Penulis: Sastra Firmasyah

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar