Yayah Rokayah

Pandemi Covid-19, Program Bursa Kerja Khusus Tersendat

Pandemi Covid-19, Program Bursa Kerja Khusus Tersendat Bentar Wibisana

Selama pandemi Covid-19, meski dengan keterbatasan kegiatan BKK tidak berhenti. Sampai saat ini kita sudah melaksanakan kurang lebih 10 kerjasama dengan perusahaan luar negeri, di antaranya Malaysia, Jepang, Taiwan, dan Jerman, serta kurang lebih 20 perusahaan dalam negeri.

Masa pandemi Covid-19, lulusan SMK yang mencari lapangan kerja tetap semakin membludak. Sementara saluran para pencari kerja melalui bursa kerja cenderung terhambat. Hal itu sebagai dampak mewabahnya virus Corona yang entah kapan mereda.

Lantas, bagaimana peran bursa kerja khusus (BKK) sebagai komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK lewat keterserapan siswa ke dunia industri? Sehingga tidak menjadi catatan panjang jika lulusan SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia saat ini.

Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri 1 Cikalongkulon, Yayah Rokayah, S.Pd., mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 memang ada beberapa kendala yang dialami BKK dalam menjalankan peran dan tugas BKK, karena ada ketentuan pembatasan dari protokol kesehatan.

Semua kegitan BKK, menurut Yayah, tidak leluasa dan harus dilaksanakan secara daring. “Jadi kalau dari perusahaan yang sudah MoU dengan BKK SMKN 1 Cikalongkulon ada sosialisasi, rekrutmen atau seleksi kita melakukannya secara daring,” katanya.

Jika pembelajaran tatap muka sudah kembali berjalan dengan normal, jelas Yayah, kegiatan BKK bisa dilaksanakan seperti sebelum pandemi, baik sosialisasi maupun seleksi. Jadi selama pandemi ini memang ada keterbatasan untuk program BKK.

Namun, selama pandemi Covid-19, meski dengan keterbatasan kegiatan BKK tidak berhenti. “Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah melaksanakan kurang lebih 10 kerjasama dengan perusahaan luar negeri, di antaranya Malaysia, Jepang, Taiwan, dan Jerman, serta kurang lebih 20 perusahaan dalam negeri” ujarnya.

Sejak dibentuknya BKK SMKN 1 Cikalong pada tahun 2019, jelas Yayah, kita sudah memberangkatkan sebanyak kurang lebih 100 orang lulusan untuk bekerja di perusahaan peternakan dan pertanian Yoshimura Jepang untuk 3 jurusan, yakni Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Ternak Unggas dan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Keterserapannya lulusan SMKN 1 Cikalong, tandas Yayah, sekitar 67% dari keseluruhan, baik dalam maupun luar negeri. Target ke depannya tentu ingin lebih banyak lagi yang bisa diserap oleh DUDI, baik dalam maupun luar negeri.

Sebetulnya untuk bekerja di luar negeri minat siswa sangat besar, tambahnya, tetapi kadang terkendalanya pembiayaan. Pembiayaan tergantung dari kebijakan perusahaan yang tertuang dalam MoU. Ada yang segala sesuatunya itu ditanggung oleh perusahaan, nanti ketika mereka sudah berada di tempat kerja, maka dicicil dari gaji perbulan mereka.

“Ada juga yang murni semuanya full ditanggung persahaan dan siswa tidak harus menyicil. Tetapi ada juga yang setengah-setengah. 50 persen dibiayai perusahaan dan 50% lagi ditanggung siswa, itu bisasanya bekerjasama dengan Bank,” ucap Yayah.

Yayah berharap, ke depan selama dirinya dipercaya oleh pimpinan untuk tetap mengelola BKK, akan berusaha supaya alumi SMKN 1 Cikalongkulon bisa sampai bekerja. Harapan orang tua siswa ketika anaknya lulus harus langsung bekerja.

“Jika dilihat dari tingkat melanjutkan sangat kecil sekali. Orang tua yang memasukkan anaknya ke SMK itu untuk bekerja. Mudah-mudahan harapannya ke depan semakin mudah dan semakin banyak yang terserap di dunia kerja. Fase untuk melanjutkan itu sangat kecil sekali. Setelah saya pelajari dari alumni ternyata yang tidak melanjutkan karena terbentur faktor biaya,” tandasnya.

Menurut Yayah, mudah-mudahan SMKN 1 Cikalongkulon semakin hari semakin banyak perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya dalam hal ini BKK dengan fasiitas semakin luar biasa, dan bisa semakin menambah banyak MoU. Anak-anak SMKN 1 Cikalongkulon semakin diperhitungkan DUDI yang sudah MoU dengan kita.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar