Hj. Yayu Mustika A, S.T.,

Pembelajaran Teaching Factory Membawa Susana industri ke Sekolah

Pembelajaran Teaching Factory Membawa Susana industri ke Sekolah Bentar Wibisana

Bercita-cita ingin punya toko sendiri yang menjual produk yang dihasilkan oleh SMK dengan ciri khas, dan keunggulannya masing-masing, serta UMKM.

Teaching Factory (Tefa) merupakan konsep pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industri hari ini dan ke depan. Dalam pembelajaran Tefa tersebut membawa suasana industri ke sekolah, sehingga sekolah bisa menghasilkan produk bisa berkualitas standar kerja industri.

Ketua Program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Hj. Yayu Mustika A, S.T., mengatakan, untuk teaching factory di SMK Negeri 1 Cikalongkulon sudah bergerak di bidang bakery, hanya sebatas untuk praktik saja. Setelah mendapat bantuan di tahun 2017 kami menerapkan jadwal blok, sehingga dalam sistem pembelajaran diblok ini siswa praktiknya seperti di industri.

Dalam Tefa ini, jelas Yayu, guru-guru SMKN 1 Cikalongkulon pun melakukan magang di industri secara mandiri. Kebetulan guru-guru di sini magang di bakery Hipermart. Selain itu, kami juga mendatangkan narasumber, salah satunya dari Bogasari Baking Center Bandung.

“Guru-guru produktif juga melaksanakan pelatihan di Bogasari Baking Senter Bandung. Ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut kemudian ditularkan kepada peserta didik,” katanya.

Disebutkan Yayu, produk SMK Negeri 1 Cikalongkulon pun sudah masuk ke beberapa toko di Cianjur, dan menjadi ciri khas oleh-oleh Cianjur. “Produk kami juga sudah bersitifikat halam dari lembaga Badan Pengawas Obat dan Makanan.

SMK Negeri 1 Cikalongkulon, tambah Yayu, memiliki anggaran khusus untuk pendanaan praktik siswa, itu kita kembangkan. Keuntungan sebagian masuk jurusan dan sebagian lagi dikembalikan ke siswa. Untuk modal anak juga bisa pinjam ke Bank Mini.

“Dalam pelaksanaan praktiknya kita bagi kelompok yang jadwalnya disusun secara blok. Misalnya, minggu ini produksi nabati, hewani, yakni memproduksi bakso, serta minggu berikutnya memproduksi apa,” ucapnya.

Yayu berharap, APHP semakin maju dengan segala fasiltas yang disediakan oleh sekolah. Bahkan, ia bercita-cita ingin punya toko sendiri yang menjual produk yang dihasilkan oleh SMK dengan ciri khas, dan keunggulannya masing-masing, serta UMKM.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar