Adi Bakti Raindi, S.Pd.,

Studio "Angkasa" Memberikan Nuansa Baru dalam Proses BDR

Studio "Angkasa" Memberikan Nuansa Baru dalam Proses BDR Bentar Wibisana Wakil Kepala SMP Negeri 1 Sumedang Bidang Kesiswaan, Adi Bakti Raindi, S.Pd.,

Guru tidak hanya sekadar menerangkan, tetapi juga materinya harus diisi dengan ilustrasi visualisasi, sehingga siswa tertarik untuk melihat bahan ajar tersebut atau melalui tayangan yang disampaikan guru.

HADIRNYA Studio “Angkasa” SMP Negeri Sumedang di saat masa darurat Covid-19 sangat membantu sekali terhadap program yang harus dilaksanakan bidang kesiswaan. Pasalnya, studio ini berfungsi sebagai proses kegiatan pembelajaran dan kegiatan pembiasaan siswa.

Selama masa pandemi dan siswa harus belajar dari rumah (BDR), menurut Wakil Kepala SMP Negeri 1 Sumedang Bidang Kesiswaan, Adi Bakti Raindi, S.Pd., bidang kesiswaan tidak bisa berpikir ideal, karena situasinya pun tidak ideal, tidak normal.

“Hanya ada beberapa upaya dari kami untuk memotivasi anak-anak, salah satunya adalah membuat konten di youtube. Bagaimana cara memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Adi.

Diharapkan hadirnya Studio Angkasa, tandas Adi, akan memberikan suasana baru dalam pembelajaran bagi peserta didik. Tidak ada istilah lagi materi bahan ajar yang diberikan oleh guru membosankan bagi siswa.

Bahan ajar yang sudah melalui proses studio yang berfungsi sebagai editing, konten-konten pelajaran pun harus dibuat supaya menarik bagi siswa. Jadi guru tidak hanya sekadar menerangkan, tetapi juga materinya harus diisi dengan ilustrasi visualisasi, sehingga anak itu tertarik untuk melihat bahan ajar tersebut atau tayangan yang sampaikan guru.

Upaya lain agar bahan ajar tidak menjenuhkan siswa, kata Adi, dalam tayangan di Studio Angkasa atau youtube juga tidak hanya menampilkan materi pelajaran yang formal saja, tetapi ada juga materi nonformalnya. Misalkan kita menshoot suasana sekolah hari ini untuk mengobati rasa kangen siswa terhadap suasana sekolah, diselingi dengan lagu-lagu. “Jadi kita tambilkan tayangan-tayangan yang kira-kira menarik untuk siswa,” ucap Adi.

Tayangan-tayangan yang sifatnya nonformal itu, tandas Adi, sekadar mengingatkan kepada anak-anak. Sebab, dulu setiap pagi sebelum pandemi Covid-19 selalu ada kegiatan mengaji bersama di lapangan dan kegiatan literasi. “Sekarang pun memang kegiatan pembiasaan-kebiasaan itu masih tetap dilaksanakan hanya secara virtual. Program pembiasaan ini dilaksanakan Senin sampai sabtu pagi,” ujarnya.

Pembiasaan-pembiasaan di SMP Negeri 1, tambah Adi, setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu dilaksanakan mulai pukul 07.20 WIB – 08.00 WIB program mengaji bersama (Mabar). Hari Kamis ada program gerakan literasi, Jumat ada “Jumat Berkah”, dan Sabtu diisi dengan kegiatan musik festival dengan menyajikan lagu-lagu nasional dan lagu daerah.

Begitu pun kegiatan-kegiatan dijeda tengah semester, lanjut Adi, masih tetap dilaksanakan lomba-lomba secara virtual. Seperti ada lomba kuis berbahasa Inggris dengan menggunakan google form.

Lalu bagaimana dengan pengawasan terhadap siswa selama BDR? Menurut Adi, untuk pengawasan sebetulnya yang lebih doniman itu adalah orang tua, karena siswa belajar dari rumah. Meski demikian, pihak sekolah pun terus memantau, salah satunya dengan melaksanakan pembiasaan.

“Saat melaksanakan pembiasaan menggunakan zoom dan videonya harus diaktifkan, sehingga kita bisa memantau mana siswa yang ikut, dan mana siswa yang tidak ikut, itu bisa terpantau. Ada absen untuk diisi siswa yang mengikuti pelajaran pada hari itu,” jelas Adi.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar