Siti Aisyah

WUJUDKAN MIMPI DENGAN KERJA KERAS DAN JANGAN CEPAT MERASA PUAS

WUJUDKAN MIMPI DENGAN KERJA KERAS DAN JANGAN CEPAT MERASA PUAS ist

CISARUA,KBB, “SJN”.com - Jika mengerjakan sesuatu, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Itulah kalimat pembuka siswa yang memiliki nama lengkap Siti Aisyah saat berbincang dengan Majalah “Sekolah JUARA” via whatsapp (WA).


Gadis yang tampak kalem dan agak sedikit pemalu yang kini duduk di kelas XI MIPA-6 ini, salah satu dari sekian siswa berprestasi di SMA Negeri (SMAN) 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang dikenal dengan sebutan SMANCIS.


Prestasi yang telah ditorehkan siswi yang akrab disapa Siti ini adalah:
1. The Best Presentation dalam festival GALAKSI 2019 tingkat Provinsi Jawa Barat,
2. Juara 1 lomba "Business Plan Competition" tingkat nasional tahun 2019 di Universitas Widyatama,
3. Juara 3 lomba cerdas cermat Hukum & HAM tingkat SMA & Perwakilan daerah se -wilayah Kabupaten Bandung Barat,
4. The First Runner Up "Indonesia Student Company Competition 2019 - Regional Competition of Prestasi Junior Indonesia",
5. Beasiswa penuh pendidikan SMA dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
6. Juara 1 OSS Matematika tingkat sekolah,
7. Ranking 1 Paralel kelas X selama 2 semester,
8. President Directur of SMANCIS Stundent Company Periode tahun 2019.

Bagaimana perasaan kamu menjadi siswa berprestasi? “Perasaan aku bisa menjadi siswa berprestasi tentunya merasa senang, bangga, dan senang karena apa yang dikerjakan dengan kerja keras, dan sungguh-sungguh bisa membanggakan orang tua, serta mengharumkan nama sekolah.

Ia mengaku, kunci sukses dan keberhasilannya untuk menuju kesuksesan untuk memetik prestasi tidak ada tips khusus, tetapi jika kita mengerjakan sesuatu, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Jadi jangan pernah menyerah untuk belajar dan berusaha, dan berdoa.

“Ikhtiar yang kuat dan jangan pernah malu untuk bertanya adalah kunci keberhasilan. Alangkah bahagianya jika kita bisa berprestasi di bidang yang kita sukai. Bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan menjadi beban bagi kita, karena melakukannya dengan rasa suka,” tutur Siti.


Untuk mewujudkan impiannya, Siti pun tidak pernah lelah untuk terus belajar, tidak hanya di sekolah saja, tetapi di rumah pun selalu menyempatkan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Bahkan, pada saat hari libur pun ia selalu belajar 2 sampai 3 jam sehari.
Meski sibuk dengan mata pelajarannya agar bisa lebih berprestasi, namun Siti pun tetap menjaga pergaulan dengan teman-temannya.

“Jadi setiap hari itu terjadwal dan ditulis di buku agenda aku. Mana yang menjadi prioritas dan ditulis lengkap dengan waktunya. Apa yang aku kerjakan itu semuanya terjadwal, dan jika ada kegiatan yang berkaitan dengan pelajaran atau kegiatan sekolah itu tercatat. Ketika aku punya waktu luang digunakan untuk kumpul-kumpul dengan teman-teman,” ucapnya.


Menurut Siti, intinya jika ingin mewujudkan impian harus berusaha semaksimal mungkin, gali terus ilmu yang belum pernah dipelajari dengan tetap optimis. Jangan cepat puas dengan apa yang kita dapatkan, tetapi keberhasilan itu harus dijadikan pemicu untuk terus berprestasi lagi.


“Walaupun aku telah berhasil bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah, namun hal itu tidak membuat aku berhenti untuk tetap belajar, dan terus mengembangkan potensi yang aku miliki,” ujarnya.


Bagi Siti keberhasilannya juga berkat motivasi dan doa orang tuanya, sehingga ia merasa terpacu untuk terus bersemangat belajar. “Motivasi orang tua, sehingga aku harus bisa membanggakan, membahagiakan mereka, dan berusaha untuk menjadi anak yang berbakti, bermanfaat, serta menjadi orang yang sukses kelak dikemudian hari,” akunya.


Banyaknya siswa berprestasi di SMANCIS, tidak membuat Siti menganggap sebagai pesaing, tetapi dianggap sebagai teman berdiskusi yang bisa saling memberikan masukkan. “Bagi aku pesaing yang paling berat itu adalah diri sendiri,” tandasnya.

BELAJAR DI RUMAH TIDAK SEEFEKTIF BELAJAR DI KELAS


Guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia, pemerintah memutuskan anak-anak sekolah dari semua jenjang harus belajar di rumah di tengah wabah pandemi corona. Namun kegiatan belajar mengajar di rumah itu tidak jarang menyisakan masalah. Salah satunya terlalu banyaknya tugas yang diberikan guru, dan membuat repot siswa.


Seperti halnya yang disampaikan Siti, meksi mengaku senang belajar di rumah, namun ada kekurangannya, yakni saat menemukan kesulitan mengenai materi yang diberikan guru dan tidak bisa bertanya langsung kepada guru.


Menurut Siti, belajar di rumah tidak seefektif seperti halnya di sekolah. Belajar di rumah hanya efektif paling selama 2 - 3 jam perhari. “Banyak teman-teman juga yang mengeluh karena tidak efektifnya belajar di rumah, selain karena beban tugas yang menumpuk tanpa penjelasan materi yang pasti, juga ada faktor malas belajar saat di rumah. Karena kebanyakan dari mereka menganggap rumah itu tempatnya istirahat. Belajar di rumah berarti libur,” katanya.


Jika melihat situasi dan kondisi sekarang yang berbahaya akibat penyebaran covid-19, tambah Siti, suka atau tidak suka solusi yang paling tepat adalah belajar di rumah. “Aku khawatirkan jika sekolah dibuka lagi ditengah pademi covid-19 takut menambah jumlah korban positif covid-19, dan penyebaran virus corona itu semakin tak ada habisnya,” katanya.


Sekolah bisa kembali dibuka kembali, jelas Siti, jika vaksin virus corona sudah ditemukan, dan seluruh siswa telah mendapat suntikan vaksin tersebut. Selagi menunggu vaksin ditemukan, kita harus bertahan dan bersabar agar tidak terpapar maupun membawa virus tersebut.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar