Kepala SMA Negeri 1 Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Drs. Rostiyana, M.Pd.,

Gulirkan Program Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Penguasaan Teknologi di Masa Pandemi

Gulirkan Program Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Penguasaan Teknologi di Masa Pandemi ist Kepala SMA Negeri 1 Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Drs. Rostiyana, M.Pd.,

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogic. Pada kompetensi ini secara tidak langsung guru dituntut harus memiliki keterampilan dalam bidang informasi teknologi (IT).

JIKA dulu seorang guru menjadi satu-satunya yang memberikan ilmu dan pengetahuan terhadap muidnya. Tetapi tidak di masa revolusi industri 4.0 saat ini, karena peserta didik dapat mengetahui segalanya dari internet.

Apalagi pada era pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir setahun lebih ini, membuat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dirasakan sangat menjenuhkan, baik bagi siswa maupun guru.

Untuk itulah, guru di masa pandemi Covid-19 ini dituntut untuk menguasai teknologi. Hal itu menjadi penting bagi guru agar proses KBM bagi peserta didik tidak jenuh dan membosankan. Guru pun harus cerdas dalam melakukan perencanaan, serta melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, meski harus belajar di rumah. Guru harus mempelajari berbagai aplikasi yang disukai peserta didik, baik berupa gambar maupun video.

Menyadari pentingnya guru dalam menguasai teknologi di tengah pandemi Covid-19, SMA Negeri (SMAN) 1 Bantarujeg, Kabupaten Majalengka pun fokus menggulirkan program yang disebut Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Penguasaan Teknologi di Masa Pandemi Covid-19.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Drs. Rostiyana, M.Pd., salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogic. Pada kompetensi ini secara tidak langsung guru dituntut harus memiliki keterampilan dalam bidang informasi teknologi (IT).

Selain itu, kata Rostiyana, pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 lebih banyak dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online. Proses pembelajaran secara online umumnya monoton dan membosankan bagi siswa. Agar pembelajaran tidak terkesan demikian, maka guru perlu memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi IT.

“Misalnya melalui google form, WA, zoom meeting, aplikasi video pembelajaran cyberlink dan jenis lainnya. Proses penyajian materi yang disampikan melalui media yang bervariatif tentu saja nantinya akan berdampak pada siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti pembelajaran,” kata Drs. Rostiyana.

Secara umum, ungkapnya, sebelum adanya pandemi Covid-19 saat guru mengajar di dalam kelas secara luring (luar jaringan) langsung tatap muka, dan tidak menggunakan media pelantara, maka tidak ada kendala berarti yang dirasakan oleh guru.

Tetapi pada saat masa pandemi seperti ini, guru ketika menyampaikan materi kepada siswa agar dapat diikuti, serta dipahami dengan baik, maka guru dituntut untuk memahami hal-hal yang berkenaan dengan teknologi yang bisa membantu dalam kegiatan pembelajaran.

Adapun tandas Rostiyana, langkah-langkah yang kami lakukan untuk terselenggaranya program peningkatan kompetensi guru melalui penguasaan teknologi pada masa pandemi Covid-19 yaitu:
a. Penyusunan program kegiatan
b. Pelaksanaan kegiatan melalui bimtek/In House Training
c. Evaluasi kegiatan

Program peningkatan kompetensi guru melalui penguasaan teknologi pada masa pandemi Covid-19, jelasnya, perlu dilakukan sebab tidak semua guru memiliki pengetahuan yang memadai dalam hal penguasaan teknologi pembelajaran.

“Proses pembelajaran agar berhasil dengan baik, terutama pada masa pandemi ini harus didukung dengan teknologi. Misalnya melalui google form, WhatsApp (WA), zoom meeting, aplikasi video pembelajaran cyberlink dan jenis lainnya,” katanya.

Adapun tujuan khusus dari program peningkatan kompetensi guru melalui penguasaan teknologi pada masa pandemi Covid-19, menurut Rostiyana, memberikan pengetahun dan pengalaman kepada seluruh guru yang berkenaan dengan teknologi pembelajaran, Memberikan pemahaman kepada seluruh guru bahwa proses pembelajaran pada masa pandemi agar berhasil dengan baik perlu digunakan alat bantu (teknologi) pembelajaran, Mengubah mainseat guru bahwa pembelajaran sekarang ini sudah tidak bisa dipisahkan dengan teknologi yang bisa mempermudah proses pembelajaran.

Sedangkan faktor pendukung kegiatan ini, jelas Rostiyana, yaitu sekolah melalui peran kepala sekolah sangat mensuport kegiatan ini. Beberapa guru sudah memiliki pengetahuan yang berkenaan dengan teknologi pembelajaran, sehingga bisa digunakan sebagai fasilitator/nara sumber

“Bapak/ibu guru semuanya antusias dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini, dan
fasilitas seperti internet dan komputer sudah tersedia di sekolah,” ujarnya.

Sementara yang menjadi faktor penghambatnya, tandas Rostiyana, adalah jaringan internet sering kali mengalami gangguan, padahal sudah ditingkatkan bandetwidth-nya. Beberapa guru yang sudah tua agak lambat mengikuti kegiatan, serta ada beberapa guru yang kegiatannya bentrok dengan kegiatan dinas lainnya.

“Alhamdulillah minat guru dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, meskipun ada beberapa guru yang sudah berusia tua. Tetapi semuanya antusias mengikuti kegiatan ini. Penguasaan IT guru masih kurang tinggi, sehingga dengan adanya program ini guru sangat antusias mengikutinya dengan harapan mereka memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang IT yang akan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran,” katanya.

Disebutkan Rostiyana, revolusi industri 4.0 menekankan pada unsur kecepatan dan ketersediaan informasi dengan cepat. Program peningkatan kompetensi guru melalui penguasaan teknologi ini bertujuan agar guru dapat memberikan pengetahuan yang memadai kepada siswa dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memahami teknologi.

Jika guru sudah dapat mengikuti tuntutan tersebut, urainya, mereka akan menjadi guru-guru yang diharapkan oleh siswa, sehingga pada gilirannya nanti dapat meningkatkan mutu pendidikan. Orang-orang yang telah memiliki mutu pendidikan itulah nantinya yang akan dibutuhkan pada masa revolusi industri 4.0.

Dengan kata lain, lanjutnya, orang yang menguasai teknologi sudah dipastikan akan menguasai dunia. Semakin intensnya guru berhubungan dengan teknologi dan internet, pengetahuan guru juga kini sudah banyak berubah.

“Program ini sudah terasa dampaknya bagi SMA Negeri 1 Bantarujeg, yaitu tahun ini siswa yang diterima di PTN melalui jalur PMDP dan SNMPN mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Bahkan, ada 2 orang guru pembina KSN yang bisa mengikuti TOT dengan hasil sangat baik (masuk 3 besar), yaitu guru Ekonomi, Bapak Dadi Wigandi, S.Pd., M.Pd., dan guru Biologi, Bapak Drs. H. Asep Supriadi, masing-masing peringkat 2 Tingkat Kabupaten Majalengka,” ungkanya.

Beberapa indikator keberhasilan dari kegiatan ini, menurut Rostiyana, diantaranya guru-guru dapat melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh) dengan memanfaatkan teknologi seperti zoom, edmodo, google form dan sebagainya. Guru terbiasa memanfaatkan teknologi dalam mengajar atau mencari bahan untuk kegiatan pembelajaran.

Sekolah sangat mensuport kegiatan ini, tambahnya, bahkan sekolah melalui bantuan alumni dari Akademi Telkom Jakarta melalui program “Innovilage” alumnus SMA Negeri 1 Bantarujeg yang sudah bekerja di Akademi Telkom Jakarta dibantu rekan-rekannya ikut membantu pada kegiatan ini terutama pada penyusunan media pembelajaran basis video.

“Harapan saya program ini bisa dilakukan secara kontinu setiap semester atau tahun, terutama dalam meningkatkan pemahaman guru-guru terkait dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran yang pada gilirannya nanti akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di SMA Negeri 1 Bantarujeg,” pungkasnya. 

SUSUNAN PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENGUASAAN TEKNOLIGI DI MASA PANDEMI COVID-19

Penanggungjawab : Drs. Rostiyana, M.Pd., (Kepala Sekolah)
Ketua : Ading Rochendy, S.Pd., M.Pd., (Wakasek Kurikulum)
Sekretaris : Ghifari Furqon Imansyah, S.Pd., (Pembantu Wakasek Kurikulum)
Bendahara : Asep Sukmawijaya, S.Pd., (Guru)
Anggota : 1. Drs. H. Asep Supriadi (Wakasek Sapras)
2. Pepen Supendi, S.Pd., M.M., (Wakasek Kesiswaan)
3. Gilang Cahya Gumilar, S.E. (Wakasek Humas)
4. Dahman Sugiman, S.Ip. (Kasubag TU)**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar