Kepala SMA Negeri 8 Kota Bandung, Suryana, S.Pd.,

ATMA ASTA "Rhemura" 2020 Bukti Kreasi Siswa Tak "Mati" di Tengah Pandemi Covid-19

ATMA ASTA "Rhemura" 2020 Bukti Kreasi Siswa Tak "Mati" di Tengah Pandemi Covid-19 Bentar Wibisana

BANDUNG, GJ.com - Pelaksanaan ATMA ASTA bertajuk “Rhemura” secara virtual menunjukan bukti bahwa inovasi dan kreasi dari siswa SMA Negeri 8 Kota Bandung di bidang seni dan musik tidak pernah “mati”, meski dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Kepala SMA Negeri 8 Kota Bandung, Suryana, S.Pd., mengungkapkan, ATMA ASTA kali ini memang tidak dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya karena kondisi pandemic Covid-19, tetapi tidak mengurangi arti dan makna dari pentas seni tahunan ini.

Anak-anak bisa melaksanakan kegiatan ATMA ASTA ini dengan penuh keyakinan dan ketelitian, kata Suryana, sehingga detailnya sangat diperhatikan demi kelancaran dan kesuksesan acara. Seperti melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita bisa melihat saat kegiatan berlangsung di Aula SMAN 8 yang berkafasitas 500 orang, itu hanya diisi dengan 40 orang. Anak-anak yang menjadi panitia sebanyak 40 orang itu sebelumnya sudah mengikuti rapid test, dan hasilnya dinyatakan negative virus Corona,” ujar Suryana kepada gorajuara.com belum lama ini.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, menurut Suryana, anak-anak SMAN 8 tidak berhenti berkreasi, berinovasi dengan menyajikan kegiatan ATMA ASTA secara virtual dengan dikolaborasikan antara kreasi seni dan juga ada gerakan sosial kemanusiaan.

“Mereka berusaha mencari para donatur, dan mengumpulkan dana untuk membantu sesame temannya di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur yang mengali terkendala dalam prasarana untuk kegiatan pembelajaran secara online, serta bekerjasama dengan Save the Children," ucapnya.

Diungkapkan Suryana, kami sebagai orang tua didiknya tentu merasa bangga, karena mereka tidak berhenti berinovasi, dan berkreasi. “Saya berharap dengan modal yang sudah mereka miliki ini bisa menjelma menjadi sosok anak-anak yang tangguh, dimana kita ketahui di era digital ini persaingan global itu sudah semakin luar biasa,” ujarnya.

Pada era digitalisasi ini, tambahnya, anak-anak harus dibekali, bukan hanya secara teori tapi betul-betul secara praktik mereka menjelma menjadi sosok sosok anak-anak yang tangguh, dan hebat untuk berinovasi dan berkreasi.

Beberapa tahun kegiatan ATMA ASTA diadakan, menurut Suryana, bentuk perjuangan dan kerja keras anak-anak, sekolah hanya merestui dan merekomendasi boleh tidaknya kegiatan itu dilaksanakan. Selebihnya hingga terwujud itu adalah mereka yang melaksanakannnya.

“Seperti dalam ATMA ASTA 2020 yang memberikan sambutan Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo, SE.,M.B.A dan Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A.,M.B.A., itu betul-betul siswa yang melakukan lobi-lobinya, sehingga harus bulak-balik Bandung-Jakarta untuk menemuinya,” katanya.

Suryana menegaskan, kerja keras mereka itu sangat luar biasa, tidak kenal menyerah, dan terus berupaya bagaimana supaya kegiatan bisa berjalan. Termasuk di antaranya melakukan terobosan secara virtual.

“Saya yakin kegiatan semacam ini SMAN 8 pertama kali melakukan di Bandung, bahkan mungkin di Indonesia," aku Suryana.

Suryana meminta, siswa-siswi SMAN 8 tetap semangat, menjelma menajadi orang-orang yang tangguh. Anak-anak hebat yang bisa membawa nama baik dan mengharumkan SMA Negeri 8 yang memiliki jargon "Delapan Istimewa".**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar