Wakil Kepala SMA Negeri 1 Pangalengan, Bidang Humas, Didin Suyadi, S.Pd.,

Siswa Berprestasi Mendapat Beasiswa DUDI

Siswa Berprestasi Mendapat Beasiswa DUDI Bentar Wibisana Wakil Kepala SMA Negeri 1 Pangalengan, Bidang Humas, Didin Suyadi, S.Pd.,

PANGALENGAN, GJ.com - Bidang hubungan masyarakat (Humas) ibarat corong sekolah, baik hubungan internal maupun eksternal. Sehingga dalam programnya bidang humas selalu mengkolaborasikan dan mensinergikan dengan program-program yang telah disusun masing-masing bidang di sekolah.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Pangalengan, Bidang Humas, Didin Suryadi, S.Pd., menyebutkan, terkait program kehumasan di SMAN 1 Pangalengan secara global ada empat point. Pertama, mengkolaborasikan dan mensinergikan program-program yang telah disusun sekolah, sehingga program tidak tersendat. Artinya program tersebut bisa sampai kepada seluruh guru, TU, siswa/orang tua siswa secara bersinergi, sehingga tujuan sekolah akan mudah tercapai.

Program kedua, kata Didin, umumnya adalah menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak yang ada disekitar kita, baik pemerintahan, swasta, media massa, dan lain lain. “Itu merupakan bagian dari tugas bidang humas, dan juga bagaimana agar para pihak itu bisa berkontribusi kepada lembaga dalam hal ini SMAN 1 Pangalengan dengan baik,” katanya.

Ketiga, tambah Didin, bidang humas juga melakukan koordinasi dan komuinikasi dengan komite sekolah, terutama terkait dengan hal-hal yang menyangkut kebijakan-kebijakan, sehingga keputusan terutama yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berjalan dengan baik.

“Keempat, kita juga berkoordinasi, konsultasi dan membuat MoU dengan para pihak yang berkepentingan, seperti dengan dunia usaha dan dunia industri (Dudi). Inilah bangkali perbedaan SMAN 1 Pangalengan ada kerjasama dan kolaborasi dengan pihak dunia usaha dan dunia industri dan ini menarik bagi kami,” ujarnya.

Sebagai contoh, lanjut Didin, pada tahun 2005 SMAN 1 Pangalengan mencoba menjalin kerjasama dengan PT Magma Nusantara yang bergerak dibidang pembangkit tenaga listrik. Kita ingin meminta kontribusi pertanggungjawaban sosial dari mereka yang disebut CSR, karena mereka memiliki CSR cukup besar. Bentuk dari tanggungjawab sosial dari PT Magma Nusantara itu adalah CSR-nya, dan jalinan kerjasama itu sampai sekarang berjalan dengan baik.

PT Magma Nusantara yang berubah nama menjadi PT Star Energi, jelas Didin, memberi kontribusi kepada SMAN 1 Pangalengan melalui SCR-nya berupa bantuan beasiswa kepada siswa yang berprestasi. Kreteria siswa penerima beasiswa tersebut, yakni ranking 1 sampai 3 setiap kelas mendapat bantuan sebesar Rp 600.000/tahun/siswa. CSR itu diberikan kepada sebanyak 120 siswa.

Menurut Didin, dengan adanya CSR tersebut mendorong mereka berkompetisi untuk menjadi siswa berprestasi. Itulah dampak positif dari adanya CSR tersebut, dan sampai sekarang sudah 15 gelombang, itu artinya PT Start Energy sudah memberikan bantuan beasiswa selama 15 tahun.

Bahkan, kata Didin, PT Star Energy tidak hanya memberikan beasiswa sebatas siswa masih belajar di SMAN 1 Pangalengan saja, tetapi membantu juga sampai siswa melanjutkan ke perguruan tinggi (PT). “Sampai sekarang PT Star Energy memberikan kontribusi beasiswa kuliah ke perguruan tinggi negeri sampai lulus, dan MoU yang disepakati adalah untuk siswa yang masuk ke Polban dan Unpad dengan biaya full,” katanya.

Siswa yang masuk ke Polban dan Unpad yang mendapat beasiswa itu, menurut Didin, sampai sekarang sudah hampir mencapai 160 siswa. Para lulusan Polban dan Unpad itu sudah berkerja diberbagai instansi negeri dan swasta, bahkan ada juga yang bekerja di PT Star Energy.

Bercermin dari keberhasilan itulah, ungkap Didin, SMAN 1 Pangalengan merasa yakin bisa maju bersama dunia usaha dan dunia industry ”Dudi” dalam mencetak anak bangsa yang berprestasi dan bergengsi.Kami sampaikan terima kasih kepada PT.Star Energy yang telah Konsistensi memberi bea siswa ini.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar