Rusmana, M.Pd., Guru Berprestasi

Juara 2 Lomba Linkar Guru dan Rumah Pintar 2020

Juara 2 Lomba Linkar Guru dan Rumah Pintar 2020 Bentar Wibisana Rusmana, M.Pd.,

PANGALENGAN, GJ.com - Rusmana, M.Pd., tenaga pendidik dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pangalengan, Kabupaten Bandung, berhasil meraih juara 2 Lomba Inovasi Karya (Linkar) Guru dan Rumah Pintar ke-7 tahun 2020, setelah berhasil menyisihkan 5.354 peserta dari seluruh Indonesia.

Prestasi guru yang juga sebagai Wakil Kepala SMAN 1 Pangalengan Bidang Kurikulum ini sangat membanggakan warga sekolah. Pasalnya, ia berhasil mengungguli ribuan peserta ajang tahunan bergengsi yang merupakan kolaborasi antara “Astra dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Bagi Rusmana keberhasilan tersebut tentu selain membanggakan dirinya sendiri, juga membawa harum nama SMAN 1 Pangalengan , karena mampu berkontribusi dalam dunia pendidikan Indonesia. “Pastinya sangat bangga dan senang sekali. Apalagi dukungan dan apresiasi dari Bapak Kepala Sekolah cukup besar,” katanya.

Menurut Rusmana, berhasil menjadi juara II Lomba Inovasi Karya (Linkar) Guru dan Rumah Pintar ke-7 tahun 2020 untuk tingkat SMA dengan karyanya mengembangkan media pembelajaran semi digital. “Saya membuat media pembelajara tentang sistem koordinasi atau sistem saraf, bagaimana mengajar anak tentang sistem saraf, dan semua indera terlibat,” katanya.

Jadi dengan sistim yang diberi nama medianya Terapeko (terima, analisis, pecahkan, komunikasikan) tersebut, jelas Rusmana, anak mendengar dan merasakan, pokoknya semua indra terlibat. Sehingga pembelajaran lebih efektif. Sedangkan modelnya kita sebut Tepikuda adalah model pembelajaran baru yang diadaptasi.

Intinya dari model ini katanya, anak- anak seakan tidak merasa sedang belajar karena dalam aplikasi tersebut juga ada lagunya, videonya yang berkaitan dengan hal-hal yang baru. “Alhamdulillah sistim pembelajaran ini diapresiasi oleh juri yang terdiri dari profesim, praktisi dan salah satunya guru besar Unila.

“Media dan model pembelajaran ini aplikasi untuk guru. Selama ini pembelajaran sistem koordinasi yang dilaksanakan itu jenuh, kurang menarik karena banyak hapalan dan lain sebagainya, dan disampaikan secara monoton. Bagi anak juga tidak akan menarik, sehingga media pembelajaran ini harus ada yang membuat mereka lebih tertarik untuk belajar,” ujarnya.

“Keberhasilan ini intinya saya ingin memotivasi para guru, khususnya di SMAN 1 Pangalengan. Ya, saya ingin semua guru lebih bersemangat lagi dalam berinovasi, sehingga mampu membuat media pembelajara yang membuat siswa merasa senang dalam belajar,” tuturnya.

Rusmana berharap dengan keberhasilannya itu dirinya bisa membuktikan bahwa SMAN 1 Pangalengan bisa lebih dari sekolah yang lain. “Itulah harapan terbesar dari guru seperti saya, siswanya bisa lebih bagus dari gurunya, kemudian juga bisa bersaing terutama dengan sekolah sekolah yang katanya lebih maju,” tuturnya.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar