Kepala SMP Negeri 1 Cimalaka, Sumedang, Dra. Enung Titin Agustikawati, M.M.,

Raih Anugerah Tokoh Perdamaian

Raih Anugerah Tokoh Perdamaian ist

SUMEDANG, GJ.com - Jika sudah menjadi passion, bekerja itu harus diniatkan untuk ibadah, sehingga tidak akan merasa lelah, dan ide-ide itu akan muncul. Intinya bekerja itu harus selalu berbuat baik dalam hal apapun, dan memberikan yang terbaik, serta bermanfaat untuk orang banyak.

Itulah prinsip dalam bekerja yang selalu dipegang Dra. Enung Titin Agustikawati, M.M., atau yang akrab disapa Bu Enung, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Banyak prestasi yang ia torehkan sebagai Kepala SMPN 1 Cimalaka, baik dilingkup sekolah maupun di luar sekolah. Salah prestasi yang masih hangat, yakni pada Jumat, 25 September 2020, ia menerima “Anugerah Tokoh Perdamaian Kabupaten Sumedang 2020” dari Peace Generation Indonesia Capter Sumedang.

Penghargaan yang diberikan kepada perempuan kelahiran Sumedang, 17 Agustus 1966 ini, karena dinilai berhasil dalam mengembangkan “Sekolah Ramah Anak” di SMPN 1 Cimalaka, dan berhasil menularkan programnya tersebut kepada sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sumedang.

Profesinya diawali sejak tahun 1988 di SMP Kutamaya, Kabupaten Sumedang sebagai guru honorer saat masih kuliah di UPI jurusan bahasa Prancis (1985), lalu menyelesaikan S1 Bahasa Indonesia di STKIP Unsap Sumedang, S2 lulus tahun 2003 di Universitas Muhammadiyah Jakarta Jurusan Menejemen Sumber Daya Manusia.

Meski berprofesi sebagai guru honorer, namun Enung juga sempat menekuni bidang lain diluar pendidikan. Beberapa pekerjaan yang menjadi hobinya, ia jalani dengan serius, seperti bidang seni, dan penyiar radio. Bahkan, ia pun sempat menyanyi dari panggung ke panggung.

Enung merupakan tipikal sosok yang sangat berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya, dan ketika berproses harus ada sesuatu yang dihasilkan. Tak heran, ketika ada satu progam kerjanya, ia begitu bersemangat tanpa mengenal lelah. Aktif dan produktif dalam menjalankan tugasnya.

Enung pun memiliki motto dan prinsip, bahwa bekerja itu adalah ibadah, dan baik harus menanamkan kebaikan, bermanfaat bagi masyarakat, bermanfaat bagi sesama, hidup itu harus bermanfaat. Pandai membagi waktu antara kesibukan di sekolah dengan dikeluarga, serta tidak melupakan kodrat sebagai seorang istri yang harus memprioritaskan keluarga. Tetapi juga harus bisa memilah dan memilih mana urusan keluarga, mana urusan dinas.

“Dalam setiap menjalankan pekerja itu harus diniatkan untuk ibadah. Artinya, saya harus berbuat baik, menanamkan kebaikan, bermanfaat bagi sesama dan masyarakat. Hidup itu harus bermanfaat, intinya harus selalu berbuat baik dalam hal apapun. Itulah kuncinya,” tutur Enung.

Namun, kata Enung, sesibuk apapun kita bekerja harus ingat kita sebagai wanita jangan melupakan kodrat sebagai istri yang harus memprioritaskan keluarga. Makanya, saya selalu membagi waktu antara kesibukan di sekolah dengan keluarga, serta bisa memilah dan memilih mana yang urusan keluarga, mana urusan dinas,” kata Enung.

Kunci sukses yang lain, menurut Enung, segala sesuatu itu harus memakai hati dan menyentuh hatinya, karena manusia kuncinya didalam hati. Hati yang ikhlas, hati yang bisa berbagi, hati yang berniat melakukan kebaikan-kebaikan, jadi kuncinya itu hati.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar